Setelah kurang lebih selama 10 hari menikmati tantangan pembuatan pohon literasi dengan pengerjaan yang tertatih dan terseok seok. Banyak hambatan dan rintangan yang menghadang #hihihi
Tantangan buat mba Ghaida karena memang minat bacanya kurang dia lebih tertarik untuk corat coret setelah dibuat pohon literasi minimal dia akan pegang buku sehari 2 kali ( kayak mandi aja hehhhe )
Beda dengan mas Ghaza yang minat bacanya sudah lumayan tinggi. Kalau ada buku baru sperti punya target untuk segera diselesaikan bacaanya. Dan mas nya inilah yang sering banget komplen kalau lama ga ke gramedia beli buku atau ke perpusda untuk baca baca sebentar.
Haura si kecil yang masih ikut sana sini juga mulai menyukai buku. Dan memang lebih suka buku dengan tampilan colorpul dan besar besar gambarnya sesuai dengan usianya. Dan terkadang bikin cerita versi dirinya sendiri dengan melihat gambar. Dan juga masih saja didongengin dengan satu judul saja tiap malam. Ga ada bosennya sampe2 pernah suatu ketika emak sangat ngantuk jdi critanya dipersingkat , bukanya merem malah Haura komplen. " Bukan bgitu bunda critanya. Itu salah. Belalangnya belim bikin rumah dr daun... " Ishh bunda pun nyengir panjang dan mau tidak mau ngulang lagi.
Perlu pembiasaan lagi untuk membaca buku. Dan berharap walaupun tanpa pohon literasi anak anak tetap semangat membaca. Dan berkunjung ke toko buku atau ke perpustakaan adalah salah satu cara mendekatkan buku dengan anak anak.
Komentar
Posting Komentar