Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label "iip"

Aliran rasa

Kali ini saya merasa tidak full dalam menghadapi challenge ini. Kebetulan bertepatan dengan launching si kecil di perut. Yang pada awalnya sudah merencanakan dan sudah ada beberapa kegiatan yang tersimpan setelah kehadiran si kecil seperti buyar semuanya. Kegiatan tidak terkendali dan saya pun mulai disibukan dengan sikecil. Semoga challenge ke depan bisa diikuti dengan baik

Menghitung hari

Setiap ada kesempatan disitulah selalu dimanfaatkan. Menunggu kelahiran adik kecilpun dijadikan media belajar. " Ade diperut kapan keluar bunda " itu yang selalu ditanyakan mas nya " Masih kurang 13 hari lagi mas " jawab bundanya. " Wah masih lama ya " jawabnya sambil puk puk dede di perut. " Itu perkiraan saja bisa jadi besok lahiran atau lusa. " Mas nya hanya oo panjang. Kalau sekarang tanggal 22 , 13 hari lagi tanggal berapa mas ? Mulailah sibuk menghitung kalender. Ada banyak cara untuk bertemu dengan si matematika 😍😍 Kenapa dulu saya merasa  deg degan ya kalo ketemu angka #ah itu masa lalu yang suram kwkwkw  😂😂😂😂

Membongkar isi Labu

Critanya menemukan si labu yang telah lama hilang. Lagi beres beres ketemulah dia. Lama sekali tidak diisi. Jadilah berat nya tidak bertambah. Dan empunya meminta untuk dibelah saja. Jadilah tuh si labu dibelah. Keluarlah berbagai macam bentuk recehan dari yang 100 rupiah sampe 1000. Uang kertaspun ada tapi hanya beberapa saja. Dengan antusias mba Ghaida selaku pemilik labu memimpin proses perhitungan. Membagi yang logam dari yang 100 500 1000. Mas Ghaza dan ade Haura tidak ketinggalan ikut berpartisipasi. Mengelelompokan dari yang 100 500 1000. Ade Haura menyusun uang logam menjadi bangunan katanya. Alhamdulillah uang logam sebanyak itu senilai 65.500 😍😍 Besok nabung lagi ya biar dapat banyak, uang logam dituker dengan uang kertas dan masuk celengan lagi.

Math in the shop

Critanya hari ini jalan jalan ke kota ke pasar tepatnya dengan maksud mencari baju seragam untuk ponakan. Belajar matematika memang bisa dimana saja. Bisa dijalan raya , menghitung ada berapa mobil yang sedang berhenti di lampu merah, menghitung becak yang sedang parkir di sepanjang jalan. Sambil belajar dan bisa menahan mata dari rasa kantuk si kecil ^^ Setelah sampe ditoko juga media untuk belajar berhitung masih ada. Dari menghitung sarung yg di tata rapi, menghitung warna yang sama , menghitung patung. Semuanya bisa jadi media. Dan haura pun menikmatinya.  Sambil menyelam minum air , sambil berhitung sambil menghilangkan kebosanan saat menunggu berbelanja.

Aliran rasa

Setelah kurang lebih selama 10 hari menikmati tantangan pembuatan pohon literasi dengan pengerjaan yang tertatih dan terseok seok. Banyak hambatan dan rintangan yang menghadang #hihihi Tantangan buat mba Ghaida karena memang minat bacanya kurang dia lebih tertarik untuk corat coret setelah dibuat pohon literasi minimal dia akan pegang buku sehari 2 kali  ( kayak mandi aja hehhhe ) Beda dengan mas Ghaza yang minat bacanya sudah lumayan tinggi. Kalau ada buku baru sperti punya target untuk segera diselesaikan bacaanya. Dan mas nya inilah yang sering banget komplen kalau lama ga ke gramedia beli buku atau ke perpusda untuk baca baca sebentar. Haura si kecil yang masih ikut sana sini juga mulai menyukai buku. Dan memang lebih suka buku dengan tampilan colorpul dan besar besar gambarnya sesuai dengan usianya. Dan terkadang bikin cerita versi dirinya sendiri dengan melihat gambar. Dan juga masih saja didongengin dengan satu judul saja tiap malam. Ga ada bosennya sampe2 pernah sua...

never ending story teling 2

Saat abinya pulang disaat itulah sepertinya saya pensiun menjadi seorang story telling.  Seperti malam ini, anak anak kompak untuk dibacakan bukunya sebelum tertidur. Dan seperti sudah mencandu mereka belum mau tidur kalau belum dibacakan bukunya Dan anehnya lagi buku yang baca itu termasuk sudah khatam bacanya. Mungkin ada kesan tersendiri ketika dibacakan abinya. Ah.siapapun yang baca bunda berharap kalian dekat dengan buku buku. Dengan membaca pintu cakrawala dunia akan ada pada genggaman tangan kita

Pohon literasiku

Setelah tersendat mulailah melebatkan lagi. Membaca dan mulai menikmati setiap pagi sehabis shubuh. Dan mas Ghaza memang santi saja ketika meihat kelopak dmi kelopak Ghaida semakin banyak. Semoga tetap semangat terus walapun tanpa pembuatan pohon literasi. Dengan buku yang berbeda jenis pula. Untuk mas Ghaza suka buku perang ttg pahlawan, sains atau alam Mba Ghaida masih condong suka tampilannya yang bacaannya lebih sdkit. Kalau sudah melihat tulisannya banyak langsung mundur. hehee Ade Haura suka yang gambar besar dan full colour

Never ending story telling ^^

Pelebatan pohon literasi sempat tersendat dengan adanya pesantren ramadhan. Mas Ghaza dan  Mba Ghaida menginap selama 3 hari 2 malam. Saat ditawarkan apakah mau membawa buku mereka menggeleng perlahan. Baiklah tidak apa apa. Dan kegiatan disanapun sepertiny fullm Dan yang tertinggal adenya yang dirumah. Sendiri dan sepi katanya. Dan story telling sebelum tidur menjadi rutinitas yang tidak berhenti. Dan dengan cerita yang sama pulak. Sampai bundanya benar benar bosan tapi mau bagaimna lagi si ade tidak ada bosannya. Sampai sampai kalau ada kejadian yang  terlewat dia langsung interupsi. #saking emak sdah terkantuk kantuk dan ingin menyudahi ceritanya 😂😂😂 Tentang apa sih critanya yupppsss tentang semut yang rajin vs belalang yang malas.

Tahapan perkembangan membaca

Tahapan perkembangan membaca pada Haura 4y Untuk saat ini haura sudah melewati tahap fantasi dimana selalu membawa buku paporit kemana mana  dan sekarang berada pada tahap pembentukan konsep diri. Sudah mulai menerka nerka gambar yag dilihatnya tapi tidak sesuai dengan apa yang menjadi inti ceritanya. Kadang lucu juga melihatnya. Mulutnya komat kamit seolah olah tau apa yang sedang dibacanya. 😂😂😂 Endingnya kalau ingin tau alurnya pasti deh kembali story telling bundanya berubah peran menjadi pendongeng. No problem ya de haura... kita lewati tahap demi tahap , perlahan lahan ya.

Saatnya mendongeng ^^

Khusus hari ini semuanya membaca berjamaah  Bunda mendapat request untuk membaca buku sebelum tidur. Baiklah gantian ya jangan berebut  masing masig jatah 2 judul. Cape dah ini mulut membacakan 6 judul cerita 😅😅😅 Sebenernya buku satu cuma banyak judulnya aja. Termasuk new comer juga judulnya 45 hewan di jaman nabi  . Masing masing anak berhak memilih 2 judul. Baiklah... let's go read my child. Sambil sesekali nguep nguep Story telling before go to bed 😍😍😍

Serba serbii proses pohon literasi

Kegiatan membaca buat anak anak memang memiliki banyak tantangan tersendiri apalagi yang memang standar membacanya biasa biasa saja. Seperti mba Ghaida, standarnya biasa saj tapi kalau untuk motivasi melebatkan kelopak dia mah semangatttt banget. Entah karena semangat baca atau karena dia semangat gunting tempel kelopaknya 😂😂😂. Saat selesai baca dia langsung ambil kelopak gunting dan tempel. Lain halnya dengan mas Ghaza. Baca iya setiap hari tapi kalau untuk tempel dan gunting doi mulaes gerak. Nanti pada akhirnya mbaknya yang membantu untuk gunting tempelnya. Si ade Haura penyemangat gunting tempelnya. Untuk membaca saat ini lebih tertarik untuk buku bacaan yang besar gambar dan warnanya. Lebih tepatnya melihat buku karena belum bisa membaca saat ini...

Masih berproses...

Masih melebatkan pohon... Mba Ghaida dengan antusias melebatkan mahkota bunganya. Habis sholat shubuh dijadian momen buat baca buku. Terjadi pergeseran jadwal memang yang biasanya habis sholat maghrib anak anak pegang buku diganti hbis sholat shubuh. Habis sholat maghrib dipake untuk main diluar dan ngemil makanan sambil nunggu waktu tarawih. Mas Ghaza dengan kostum ringgonya juga asikk dengan bacaanya Dan ade Haura yang masih proses menyimak. Terkadang nimbrung masnya kadang nimbrung mbak nya.  It' s oke menyimak salah satu proses dalam tahapan belajar membaca.

Mulai melebatkan pohon literasi

Yeayy.. hari pertama melebatkan pohon masing masing Dengan bacaan suka suka mereka. Alhamdulillah ada new comer di rak buku komik al fatih vs dracula , anak lanang banget inih dikit dikit  baca wlpun belum smpe habiz krena lumayan tebel Mba Ghaida buku lamanya keajaiban penciptaan Ade haura masih suka buka buka menerjemahkan gambar sendiri. Dari yang menghitung jumlah sampai melihat mimik muka gambar nya. Apakah sedih marah bahagia Semngatt melebatkan pohoonn.. 💪💪

Pembuatan pohon literasi

Hari ke dua Pembuatan pohon literasi ala ala mereka sendiri. Bahan  dari kertas asturo yang bertugas menggambar saya tentunya dan untuk gunting menggunting tempel menempel anak yang eksesusi. Cari lahan tembok yang agak luas wlpun tetep penuh dengan coretan kwkwkw. Dan sepertinya menyambut lebaran bukan dengan wallpaper pda umumnya. Kita hias wallpaper dengan pohon literasi anak anak 😄😄😄 Rencana untuk buku yang dibaca suka2 mereka saja. Alhamdulillah koleksi buku lumayan jadi tinggal pilih sesuai selera. Bismillah semangat merimbunkan pohon masing masing yaa... 😘😘 Minus satu member karena memang kondisi LDR dengan abinya anak anak

Perencanaan pembuatan pohon literasi

Selamat datang di game level 5 tentang menstimulus kegiatan membaca pada anak anak. Tantangan 10 hari untuk merimbunkan pohon literasi yang akan dibuat Hari pertama Kita adakan rapat dadakan untuk menentukan pohon literasi yang akan kita buat. Muncullah bermacam2 ide dari anak anak. Dan ketika saya menggambarkan contoh pohon literasi anak mengusulkan yang berbeda. Saya gambarkan apa yang mereka bayangkan. Seperti bunga bermekaran dengan kelopak sebagai tempat tulisan apa apa yang sudah dibaca, seperti pohon apel beserta buahnya, pemandangan langit dengan aksesoris benda langit lainnya, Dan anak anak memutuskan sendiri mana yang akan dijadikan pohon literasi. Mas Ghaza memilih untuk melebatkan buah apel Mba Ghaida memilih untuk memekarkan bunga sebanyak banyaknya Ade Haura mah ngikuuttt aja  dibuatkan untuk merimbunkan daun. Setelah ditetapkan, tinggal menyiapkan bahan yang diperlukan dan bunda bertugas membelanjakan. Bismillah kita merimbunkan masing  masing pohonny...

Aliran rasa 3

Setelah melewati tantangan 10 hri untuk menemukan gaya belajar anak yang cocok disini saya merasa saya masih perlu banyak belajar lagi.  Ternyata menemukan cara yang tepat dalam menyampaikan sebuah informasi kepada anak anak juga merupakan hal yang penting yang harus dilakukan. Dan dengan melewati tantangan ini saya jadi tau dan baru menyadari wah ternyata anakku lebih condong ke auditori makanya kl diperlihatkan secara visual tidak begitu tertarik. Begitu pula dengan yang visual.  Jadi memang harus menemukan gaya yang cocok. Dan tentunya nambah ilmunya lagi dan semakin tersadar bahwa ada  banyak hal yang terasa  terlewati. Yang awalnya dianggap biasa saja tidak memperhatikan secara detil sekarang baru sadar untuk memulainya. Tidak apalah terlambat mengetahuinya dan terus bersemangat untuk terus melakukan perubahan untuk menjadi orangtua yang  lebih baik untuk anak anak. 

The result

Setelah 10 hari mengamati gaya belajar anak saya ambil kesimpulan bahwa masing masing anak berbeda . Mas Ghaza cenderung auditori *Membaca dengan menggerakan mulutnya *Tidak perlu melihat yang berbicara hanya mendengarkan saja sudah cukup *Tidak terganggu dengan suara suara asing saat membaca atau beraktivitas Mba Ghaida cenderung visual *Menyukai warna * Suka kerapian dan keteraturan * Terganggu dengan suara asing ktika membaca atau beraktivitas * Lebih suka menulis untuk mengingat informasi Ade Haura cenderung visual * Menyukai warna * Terganggu dengan suara asing * Melakukan sesuatu sesuai dengan yang dilihat * Suka melihat tampilan visual dan mudah mengingatnya Semoga dengan menemukan cara gaya belajarnya, sebagai orangtua saya bisa memberikan informasi yang diperlukan secara tepat. Walaupun dalam berjalannya waktu bisa berubah untuk gaya belajarnya. Tetap semangat membersamai anak anak

Membuat Jeli sendiri

Mengamati gaya belajar anak hari 10 Pengamatan pembuatan jelli  Ada usulan untuk pembuatan jeli dirumah. Selain simpel bahannya , caranya juga mudah untuk dilakukan anak anak. Dan paling cepet ngabisinnya  Jadilah membuat jeli dirumah. Ghaza sudah bisa melakukan sendiri hanya perlu diingatkan saja untuk takarannya. Masuk auditori Ghaida pun bisa melakukan sendiri karena mungkin sudah terbiasa melihat tetapi seringkali bertanya apakah sudah benar ? Masuk kategori visual. Sesuai instruksi bundanya. Haura masuk kategori visual karena dengan meniru apa yang di lakukan mba Ghaida.  Bikinnya lama makannya ga nyampe 2 jam habis ludes tak tersisa itulah nasib jelli 

Time for reading

Mengamati gaya belajar anak hari ke 8 Aktivitas membaca Aktivitas membaca juga menjadi aktivitas yang mulai dibiasakan.  Kunjungan ke toko buku ataupun ke perpusda menjadi agenda pilihan tiap bulannya.  Kalau mau yang gratisan ya ke perpusda , tinggal cari buku nongkrong bisa sampe lama. Gaya membaca buku anak anak Ghaza membaca tidak bersuara dan mulutnya komat kamit dan tidak terpengaruh kalau ada yang mengganggu. Fokus pokoknya. Masuk kategori auditori Ghaida lebih suka menulis dan mudah terganggu jika ada suara sedikit. Masuk kategori visual Haura menjadi pendengar yang baik. Dan terkadang pura pura membaca mulutnya komat kamit ngalahain mbah dukun hihihi.. Padahal entah apa yang dia baca.  Masuk kategori auditori. Semangat membaca...

Tentukan warnamu

Mengamati gaya belajar anak hari 7 Mengamati aktivitas bermain warna Ada acara playdate mewarnai pelangi. Dengan anggota lengkap menuju tempat playdate di taman andang. Daftar per keluarga, dan pas acara mewarnainya mas Ghaza dan ade Haura mlipir. Ghaza tidak begitu tertarik dengan permainan warna lebih suka keliling mengamati sekitar. Masuk kinestetik. Ghaida sangat tertarik padahal sebenarnya dirumah sudah sering bermain warna. Masuk ke visual Haura ngikut mas nya keliling. Ikut kinestetik tapi masih ngikut2 aja haura mah hehhe Setelah selesai acara Ghaida tetep semangat bikin lagi dan mas Ghaza ikutan juga. Tapi hasilnya bener bener deh hehehe bikin bingung apa yang dibikinnya kwkwkk full kertas dikasih warna campuran semua warna.  Cerita awalnya ada rumah terus tiba tiba ada badai terus jadi ada angin topan rumahnya hilang gelappp semua warna kertasnya. Kwkkkwkw it's ok lah apapun imajinasimu itu nak.. Haura pun ikut bikin dan yah masih tahap awal bermai...