Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Aliran rasa

Alhamdulillah  kelas dongeng mendongeng sudah terlewati tapi tetep menjadi rutinitas di rumah.  Tantangannya banyak , ketika kita harus memunculkan ide ide kreatif ,memunculkan suasana yang menarik yang membuat anak anak fokus menikmati cerita , pemilihan  bahasa yang simpel dan mudah dimengerti.   Sehingga apa yang akan kita sampaikan sampai ke anak anak. Cerita yang disampaikan terinspirasi dari apa saja , mengingat banyak buku cerita yang menjadi koleksi dirumah atau langsung on the spot. Saat melihat hewan langsung deh bercerita. Ini akan lebih mudah mengena ke anak anak dibandingkan dongeng yang direncanakan. Walaupun tingkat kesulitan lebih tinggi daripada yang direncanakan. Kita benar benar dituntut untuk berekspresi dan full imanjiasi , all out pokoknya. Dan bersyukur anak anak memang suka sekali jika mendengarkan dongeng. Walaupun kemampuan suara bundanya  hanya jenis suara rendah sedang tinggi hehhe. Harus banyak latihan saja. Bahwasanya memang bena...

Happi milad cinta

Dia... Lelakiku Imam di dalam hidupku Abi dari anak anak hebatku Yang setiap hari selalu menyapa dengan ucapan khas nya " Assalamu'alaikum apa kabarnya say ? lagi ngapain... " gituuu terus sampe apal dan bertanya tanya juga. " Adakah kata2 lain yang berbeda gitu " xiiixi ah cukup dalam hati saja bertanya nya. Nanti kalau ga ditanyain malah resah gelisah melanda jiwa eheh Dia ... Seseorang yang sabar dalam  menghadapi setiap ucapanku yang susah berhenti kalau sudah ngomong ( baca : cerewet ) walaupun kadang bertanya tanya juga ini didengarkan atau dicuekin sih hahhha soalnya 11 12 ituh Tapi ga papa juga yang penting sudah tersaluran cuap cuapnya 😍😍 Dia .... Seseorang yang menawan, sampai hatiku tertawan tsahhh... hihihi Melihat matanya yang kecil yang mengisyaratkan beribu bahasa yang tidak terucap apalagi kalau sudah mulai nguap berkali kali sampai matanya berair ,  pas awal awal tersanjung dan tersentuh melihat air matanya dan ...

Welcome to the world my babygirl

All praise to Allah... Usia kandungan 37w , lahiran maju dari HPL yang diperkirakan tanggal 7 Agustus . Judulnya launchingnya lebih awal 23 Juli 2017 hari Ahad jam 08.15 berat 3,1 panjang 50cm jenis kelamin perempuan.  Alhamdulillah Setelah malemnya berasa banget , inilah yang dinamakan feeling  atau firasat bakalan lahiran nih kayaknya. Mulai sounding seh ke dekbay diperut sambil puk puk. "  dekkk nunggu pagi ya, biar ga repot , bisa minta tolong tetangga dan mas mbaknya juga  bisa dikondisikan " Tepat jam 03.00 pagi udah deh mulai berasa mules mules dan pass banget dapat kabar kalau kakak juga  habis launching  "Wahh ngajak ngajak nih mulesnya hihihi.. Tak lupa untuk terus berdzikir untuk penguatan dan meminta pertolonganNya. Walaupun ini yang ke empat tetep aja rasanya seperti baru pertama kali. Bismillah semoga dilancarkan dimudahkan. Abinya yang awalnya sudah ada jadwal pergi ke suku pedalaman makasar pun akhirnya cancel dan memutuskan untuk...

Membuat telor asin

Proyek pembuatan telur asin alhamdulillah terlaksana juga. Kebetulan kemarin dapat kiriman telur bebek sari saudara. Pas deh dengan proyek yang direncanakan. Bahannya * Telor bebek * Amplas ( kita gunakan daun amplas bisa ditemukan di pinggir sungai, daunnya kasar jadi bisa buat amplas ) * Garam krosak secukupnya * Batu bata yang sudah dihaluskan Cara membuatnya : 1. Telor diamplas 2. Batu bata ditumbuk smpai halus, di ayak 3. Garam dilarutkan dengan air anget aduk 4. Campur air garam dan bata yang sudah dihaluskan 5. Telor bebek di bungkus adonan bata 6. Diamkan selama kurang lebih sepuluh hari 7. Cuci bersih lalu kukus Serba serbi  ... Mencari daun amplas ke pinggir kali itu pertama kalinya untuk anak anak. Dan mereka baru tau ternyata ada ya daun yang kasar yang fungsinya sama dengan ampelas. Telor dikasih nama biar ga ketuker. Karena proses menentukan hasil. Sekalian untuk review proses pembuatannya. Dan sepertinya jadi cantikkk ya telornya 😍&#128525...

Kreasi cotton buds ( Dandellion )

Kali ini bikin bikinan dari cotton buds. Dengan motif bunga dandellion. Sudah lama nih diplaning tapi baru di eksekusi. Bahan cukup simpel : * Cotton buds * Pewarna makanan * Lem fox Cara membuatnya : 1. Cotton buds dipotong jadi dua 2. Pewarna makanan setetes ditambahkan air sedikit 3. Celupkan cottonbuds ke dalam pewarna makanan dan keringkan 4. Tempelkan cotton buds dengan lem - 19 November 2017 -

Melawan velociraptor

Kali ini dongeng thriller dengan masnya. Tentang apa ?tentang penyelamat yang bertarung melawan velociraptor. " Komandan melapor bahwa terjadi penyerangan oleh velociraptor. Dan kita harus segera ke lokasi..." dan dengan berkendara lapis baja  menuju lokasi penyerangan. Bunda bertugas memberi sounding perang dengan kendaraan lapis baja. Ah.. emak ngakak sendiri jadinya 😂😂😂 " Itu dia velociraptornya. Pedang laser serang..." teriak mas nya. Terjadilah adegan lari larian dalam rangka pengejaran si velo. Yang ngumpet di bantal seolah olah sedang bersembunyi di dalam gua yang gelap. " Kita harus waspada, di dalam gua sangat gelap. " dan mulailah menyusuri gua. " argggghhhh..." suara velonya bunda bikin kaget semuanya hihihi. "Serang..." trang tring wusss wus Berhubung emak jadi antagonis harus nurut sama sutradara akhirnya velo pun menyerah kalah terkena pedang laser. " Komandan kita bawa vel...

Kerjasama pleci dan flowie

Beberapa hari ini kucing dirumah sedang bikin orang rumah marah marah. Bagaimana ga marah beberapa piring sudah menjadi korban. " Hai pleci tadi aku nyium bau tongkol. Sepertinya akan jadi menu hari ini. " flowie si kucing ekor pendek mulai merancang strategi " Mumpung pintu dapur buka hayuk kita masuk" dua kucing pun pleci dan flowie masuk. " Wah flowie.. susah nih. Tudung sajinya diganjel mana berat lagi. Susah bukanya "pleci mulai muter muter pertanda sedang bingung. " Udah kita dorong pelan pelan. Nnti kalau dapat hasilnya kita bagi dua ya." dan pleci dan flowie pun mulai mendorong tudung sajinya Dan tiba tiba....prang , suara piring terjatuh dan pecah. Pleci dan flowie menyadarinya langsung turun dari meja mengambil beberapa tongkol. Mimi yang mendengr langsung lari ke dapur dan didapatinya pecahan piring. Langsung deh ambil senjata sapu dan menggiring kucing untuk kelur. Dan setelah kejadian itu dihari itu pleci sepertinya merasa bers...

Penghuni akuarium

Akuarium sudah mulai kotor, dari kemarin si penanggungjawab masih enggan bersih bersih. Jadilah emak menyusun strategi sekali menyelam sambil minum air hehe.. " Hai.. silver mataku kok perih banget ya. Sepertinya tuan rumah kita sudah melupakan kita. Air sudah keruh perih dimata belum lagi kotorannya nempel di badan. Duhhh bagaimna ini..." koki teriak sambil muter muter cemas. " Tenang.. mungkin besok mau dibersihkan. Kita lompat lompat aja pas dikasih makan siapa tau jadi dibersihkan..." usul silver. Malampun berganti pagi dan tiba tiba silver dikagetkan dengan kondisi koki yang mulai agak kesusahan bernafas. " Koki apakah kamu baik baik saja. Koki..." Silver mulai cemas takut kehilangan sahabatnya. " Nafasku mulai berat nih silver. Aku butuh oksigen yang bersih, aku butuh air yang bersih badanku terasa gatalll.." koki menahan sakitnya. Dan apa hasilnya.. mas Ghaza buru buru ke akuarium liat ikanya dan langsung ambil ember. " Kasian ...

Cicak cimo dan ciko

Malam ini pas mau tidur terlihatlah dua ekor cicak yang entah ngobrolin apa. Dan kesempatan nih sepertinya ada celah mendongeng sebelum tidur. " Mba haura lihat  ada cicak di dinding, lagi ngapain ya.. ?? " dapet opening cicak malah minta nyanyi. " Cicak cicak di dinding diam diam merayap datang seekor nyamuk hap lalu ditangkap... hore..." langsung deh tepuk tangan And the story has begun... " Hei.. ciko kenapa kamu cari makanan disini. Disini adalah daerah kekuasaanku. " cimo menegur keras ciko. * eh cicaknya bunda kasih nama ciko dan cimo hehe " Sejak kapan ada pembagian daerah cimo. Dari dulu saya di rumah ini bebas bebas saja cari makanan di bagian mana saja boleh kok " ungkap ciko. " Pokoknya ga boleh. Ini daerahku. Carilah makan di bagian rumah yang lain tapi jangan disini." cimo masih dengan suara galaknya. " Iya iya. Aku pergi , aku mau cari nyamuk di dapur saja. " kata ciko sambil berlalu pergi. Satu jam dua ...

Yukk.. antri

Sore ini anak anak yang mecoba mencari imajinasi sendiri. Walaupun agak aneh aneh gimna gitu hehhhehe. Tokohnya aja diperankan oleh penghapus alias setip bahasa anak anaknya. Yang bermain mba Ghaida dan mba Haura " Hayuk aku mau main perosotan, mau ikut ?? " lagak bahasanya mba Ghaida. " Mau tapi aku dulu yang merosot ya. Kalau ga boleh aku ga mau main... " jawab mba Haura. Bunda masuk ke dalam percakapan mencoba menyelam ke dalam imajinasi mereka. Bunda berperan sebagai tukang karcis. " eitss ... tunggu dulu mau main perosotan? antri ya dan jangan lupa bayar , ok ?? " hahhhha mereka malah tertawa. " Bayarnya nanti aja kalau sudah naik ya " tawar mba Ghaida. " Boleh boleh, silahkan antri dulu ..." dan mereka berdua mulai memainkan penghapus mereka untuk diperposotin lebih tepatnya di glundungin di tempat crayon. Hari ini judulnya bercerita mengajarkan tentang antri dan sabar menunggu giliran ^^ biar mainnya asik tanpa berisik ...

Si nyamuk

Awal kisah sang nyamuk. Malam ini si nyamuk kecil ingin ikut rombongan cari makan bersama teman temannya. " Boleh ikut ya . Aku janji akan hati hati " kata si nyamuk kecil. Akhirnya teman temannya pun setuju. " Ada syaratnya ya, tidak boleh terbang jauh jauh ya dan makan secukupnya. Jadilah mereka terbang mencari makan malam. Udara sangatlah dingin membuat para manusia tertidur lelap. Dan sampailah mereka pada kamar yang dituju. " Di dalam sana ada anak kecilnya. Jadi kamu makan adik kecil aja ya , bahayanya kecil. Kalaupun bangun tidak bisa mengejarmu paling orangtuanya yang bangun. Oke. " dan nyamuk kecilpun menurutinya. Waktupun berlalu, saat mereka selesai cari makan dan akan terbang kembali nyamuk besar mulai mencari si nyamuk kecil. " Wah kemana ini nyamuk kecilnya " nyamuk besar berkeliling terbang mencari si kecil. Dan dilihatnya nyamuk kecil sedang bersembunyi di balik selimut. " Maafkan aku .. aku lupa nasehatmu. aku kekenyangan da...

Belalang yang malas

Malam ini kembali dunia dongeng, bunda akan bercerita tentang belalang yang malas. Sebelum bercerita opening dulu ngomongin jenis belalang, hidupnya , makannya apa Cerita dimulai dengan cuaca pagi yang cerah kala itu serombongan semut sedang bekerja bertemu dengan belalang sembah alias mantis. " Hai semut... pagi yang cerah nih. Main yukkk, kerja aja apa tidak cape ?? Mut mut menjawab " kami bekerja untuk persiapan mantis, jadi saat hujan kami cukup di dalam rumah menikmati makanan. " si mantis masih belum beranjak. " Sekarang belum musim hujan, yukk kita main aja " ajak mantis. Namun mut mut tetap bekerja. " Maaf mantis, aku harus bekerja dulu. Silahkan kalau mau main.." dan semutpun berlalu pergi. Si mantis bermain lagi sambil lompat dari daun yang satu ke daun yang lain. Dan tiba tiba petir menggelegar.. jueder.. *hehe waktunya membuat anak anak fokus lagi jueder... Hujan mulai turun, mantis yang sibuk main pontang panting bukin rumah darura...

Kupu kupu bulu vs kupu kupu loreng

Setelah kemarin ngomongin kupu kupu hari inipun masih belum move on. Gegara menemukan kepompongnya yang telah hilang isinya digantikan oleh seekor kupu kupu kecil. Malemnya bunda pun bercerita. Alkisah di sebuah pohon rindang terdapat beberapa ekor ulat. Mereka adalah ulat bulu dan ulat loreng.  Mereka bersahabat, suatu ketika ulat bulu mengingatkan untuk berhemat. " Hai.. loreng berhemat dong. Masih ada hari esok. Kalau daun semua kamu habiskan besok mau makan apa ?? " Bulu mengingatkan. " Hei.. suka suka dong, yang penting aku kan makan jatahku. Tidak makan jatah daunmu. Repot amat sih.. " Ulat bulupun hanya menggeleng gelengkan kepalanya. Lama kelamaan daun yang berada di ranting loreng habis. Diapun mulai melirik daun di rantingnya ulat bulu. Ulat bulu yang melihatnya marah marah. " Hei loreng ini daunku. kenapa kau makan..." loreng pura pura tidak mendengar dan tetap mengunyah daunnya membuat bulu menjadi kesal. " Loreng kamu dengar g si...

Belajar dari Kupu kupu

Bahwasanya mendongeng adalah salah satu cara penyampaian nasehat  dengan cara yang mudah dan menyenangkan. Seperti hari ini  yang mbolang dan tak sengaja menemukan kepompong yang sedang bergantungan.  Dan langsung bawa pulang. " Ada yang tau binatang apa yang sangat sabar melewati proses yang menjadikannya hewan yang cantiikk" Anak anak menjawab kompak kupu kupu.. " Kok tau... " bunda balik bertanya. " Kita kan nemu kepompong, aku yakin bunda pasti mau ngomongin kupu kupu... "jawab mas nya pasti. " Eh iya ya.." bunda ngikik dalam hati "Ok... mba haura tau ga dalem kepompong isinya apa ? " dan mbak haura menjawab ulett. Yup betul jadi didalam kepompong ini adalah ulat yang sedang berpuasa untuk menjadi seekor kupu kupu yang cantik  . Berawal dari telur yang dibawa kupu kupu terus menetas menjadi ulat yang makan daun terus menerus sampai gendut kemudian  berpuasa dan jadilah kepompong. Dari dalam kepompong itulah akan keluar kupu k...

Semut oh semuttt

Kali ini mendongeng jadi tantangan selanjutnya. Baiklah... mari kita membuat dongeng ala ala kita. Awalnya terinspirasi dari melihat banyaknya kerumunan semut yang sedang mengitari roti  di meja. Lalu mulailah ceritanya Tentang mut mut yang mengajak teman semut yang dijumpainya dijalan untuk menikmati roti lezat. Tanpa khawatir jatahnya yang menjadi sedikit karena dibagi dengan semut yang lain. Dan dengan semangatnya semut bergotong royong membawa roti bersama sama. Dan malamnya launching di rekam, awalnya masnya menolak karena akan dibuatkan vidio. Kalau rekam suara saja baru dia mau. Baiklah... akhirnya rekam suara masnya. Dan yang jelas dengan gaya bahasa suka suka dia dan ekspresi sedapetnya hihihihi Tidak apa apa mas... yang penting mau dan semangattt.. 😙

Aliran rasa

Setelah melewati tantangan 10 hari yang dirasakan adalah wow. Ternyata anak anak memang punya cara sendiri untuk bermain. Terkadang orangtuanya lah yang membatasi. Kadang orangtuanya lempeng aja saat main, terbatas aturan yang ditentukan. Dan ini yang harus mulai dirubah dan mulai belajar Think out of the box. Seperti main kaos kaki sampe dikeluarin semuanya buat main masak masakan menu martabak, padahal kalau dilihat waduhh jauhh kwkwkwk.. Tapi saat mereka memainkannya terlihat sinar kebahagiaan dalam bermain, mereka menikmatinya. Emak yang cengar cengir dipojok liat anak anak bermain.  Dan dengan sukarela terlibat dalam permainan berperan sebagai pembeli 😍😍 Terkadang mereka kreatif sendiri dalam menciptakan mainan tanpa terduga dan membuat emak cukup ber ooooo panjang 😅😅 Dan sebagai orangtua saya mencoba untuk  memberikan paparan contoh kreatifitas untuk mereka seperti membuat ketapel dari ranting pohon, membuat karya dari bungkus kop...

Main di kebon

Judulnya main di kebon. Apa saja bisa buat mainan. Seperti tadi nih ada pohon katuk tinggi ada tali panjang jadilah mainan. Kata mba Haura hayukk tarik tambanggg... sambil ketawa ketiwi diliatin. Selesai dengan tarik tambang ada lagi hiya hiya hiya naik kuda... whatt bunda senyum senyum ditahan. Apapun itu nak... selamat bermain Eh lupa itu pohon katuk lho mbak 😉😂😂 Lain lagi mbak Ghaida   liat rumput seperti kangkung kangkungan kami menyebutnya. Langsung buat main masak masakan. Siapkan talenan panjaaang khusus untuk mainan dan pisau yang tidak begitu tajam khusus buat iris iris. Jadi deh main masak masakan kita Cukup sederhana dan tentunya yang paling penting bahagiaaaaa... 😙

Main ketapel

Lagi musim di sekitar rumah main ketapel. Alhamdulillah karena hidup di desa masih dengan sangat mudah membuat ketapel sendiri. Cukup mencari pohon tetean cari bercabang dua lalu potong , brsihkan kulitnya tinggal dipasang karet  pentil sepeda. Untuk pelurunya pake tutup spidol yang sudah tidak terpakai. Insy aman untuk main. Dan malam ini judul mainnya ketapel in the house. Yang awalnya cari sasaran nyari cicak. tapi ga nemu nemu. Jadilah bikin sasaran sndiri. Pake botol , ambil jarak lalu siap siap tarik ketapelnya fokus dan lepaskan.... Melatih konsentrasi juga, awalnya pada ga bisa  kena sasaran botolnya tapi lama lama bisa juga. Cukup konsentrasi fokus. Main ketapel ini mah hampir sama kya main panah cuma ini kecil alatnya dan lebih mudah penggunaanya kalau panah kan gede dan membutuhkan ketrampilan khusus. Jangan lupa perhatikan pelurunya mengarah kemana ya , stok peluru limited 😉 Konsentrasi Fokus Lepaskan ... jangan lupa cari lagi pelurunya jatuh dimana h...

Bermain kaos kaki

Awalnya iseng kaos kaki adik bayi dilepas2in. Aha  emak punya ide  " Hayuk sini lomba  pasang kaos kaki bunda aja. Cepet cepetan ya dan yes akhirnya kakak berdua setuju. Ambil perkap sepasang  kaos kaki 😍 Dan  hitungan ketiga dimulai... tarik sana sini. Et dah pelan pelan sayang  sampe ada benang yang nyangkut di kaki.. hahhhaha. Mereka cekakakan bae. Dengan  semangat 45 sambil berhaha haha  dan hasilnya mas nya cepet  tapi salah , jempol g masuk lubang. Mbaknya berhasil dan rapi walapun pelan. "Yeayy berhsill..." Mainan diulang sampe beberapa kali sampe apal dan hasil sudah oke. Adik bayi mulai ribut dicuekin, jadinya gantian bunda beralih dengan adik bayi. Daann selanjutnya .... . Wah mereka punya ide buat  main masak masakan  bikin martabak. Kaos kaki dilipat  jadi martabak , kaoskaki yang dipake di tangan buat cempal biar ga panas. dan solednya dari plinteng atau ketapel. Ah.. ada ada aja mereka Selama ide m...

Stempel dari buah manggis

Ini dia manggis terakhir yang awetnya bikin gregetan yang liat. Diminta ga boleh tapi ga dimakan makan. Judulnya the last mangosteen yang most wanted hehhe. Punya mba Haura , kl lg di rayu diminta jawabnya buat nanti , belum kepingin dimakan. Yo wes sabar ya mas mba kalau liat manggis duduk manis di meja 😂😂 Siang ini akhirnya kepake juga si manggis. " Mba bikin stempel yuk pake manggis  ." langsung dapat jawaban yes. Setelah ceki ceki ternyata pewarna makanan stoknya habis dirumah. Akhirnya hunting pewarna makanan. Ketika mbaknya pulang mulai deh plak plok plok bikin stamp. Cukup sederhan saja caranya. Tuangkan pewarna pada tempat yang ceper udah deh tinggal di clup manggisnya dan plok di kertas. Untuk hasil yang bagus harus diratakan dulu pewarna yang menempel di manggisnya biar ga mblobor warnanya. Dan jadilah.. ah cuantikkk juga Biarkan kering lalu kasih nama deh Having fun with colour kids... 😍😙

Manggis oh manggis

Dari hari kapan sudah request buah manggis padahal belum musim. Kebetulan pas ditukang buah ada,  niat awalnya beli mangga tapi karena untuk melunasi janji yang tertunda jadilah beli manggis juga. " Bunda ada manggis, hayok beli. Kalau ada manggis katanya mau beli. " Baiklah kita beli manggis. " Pilih yang empuk ya, karena kalau yang keras isi dalam buahnya jelek. " Mulai deh ikut pijat pijat si manggis. " Sampai dirumah disambut penuh bahagia  si manggis karena memang sudah dinanti sejak lama. Rasanya yang asem seger memang bikin ketagihan. " Jangan dibuang kulitnya, nnti mau buat mainan. " request mba Ghaida. Jadilah buat mainan , diulek ulek dikasih air. Untuk kulit bisa untuk main stempel bunga. Ah.. manggis selain rasanya di nantikan , kulitnya pun dinantikan untuk mainan ^ ^                                                       ...

Hujan hujanan

Alhamdulillah hujan tanpa angin tanpa petir, dan sehatt.  Baiklahhh... boleh hujan hujanan Betapa mereka bahagia sekali main hujan hujanan. Momen yang ditunggu karena sempat tertunda karena dari kemarin hujan bonus petir, trus ada yg sedang tidak fit juga. Akhirnya hari ini bisa berhujan hujanan ria. Dari yang main kapal pake sendal jepit , mandi bagaikan dibawah shower *padahal mah dibawah talang air xixixix sampe terakhir membuat kolam kolaman dengan membendung air pake batu. Emakpun cukup memantau dari jauh sambil candid berhubung sedang gendong adik bayi. Maunya sih main hujan hujanan bareng pasti lebih asik dan seruuuu 😉😍😍

Tiup stik

Diluar hujan masih deras, mau hujan hujannya tidak diijinkan karena ada angin. Jadi cukup main di dalam rumah. Stok stik masih lumayan jadilah mereka main tiup stik. " Hayuklah main tiup stik, mumpung masih banyak nih stiknya " Langsung deh ber hu hu niup bergantian. Kalah menang hal yang biasa dalam permainan. Walapun drama masih tetep ada bagi yang kalah mainnya hihihi.. Kalau pas jaman emak kecil dulu sih  main tiupnya  pakenya kapur . Jadi yang ditiup kapurnya ,  nnti diberi garis dilantai dan ditentukan nilainya per garis trus tiup deh. Pas kapur tulis berhenti nah disitulah nilai yang dapat. Nilai yang paling bannyak dialah yang menang. Ah.. ketahuan saya ada di jaman kapan kwkw 😂😂 Permainan tiup stik ini bisa belajar strategi, kemenangan ditentukan dari kekuatan tiupan dan arah tiupan. Yang sudah menguasai mas Ghaza dan mba Ghaida. Kalau mb Haura niupnya bisa semangat tapi yang keluar bukan anginnya tapi ludahnya kwkkw 😂&#12...

Rumah kardus

Ada kardus gede bekas mesin cuci awalnya mau diungsikan dibuang karena lumayan makan tempat. Tapi ketika bocah ngeliat kardus besar sudah deh adaaa aja yang dipikirin. Jadilah rumahku istanaku. Gerah sumpek iya kalau ngeliat sekotak gitu apalagi kalau semua krucil masuk gimna ga sumpek ya. Itulah anak anak yang penting seneng aja. Mainan boneka pindah ke rumah kardus,  mainan miniatur hewan yg kecilpun ikut diboyong. Ketika satu persatu keluar dari rumah kardus emakpun menyampaikan pesan. " Kalau sudah selesai mainan tolong dikembalikan lagi ya." " Iya bunda... nanti ghaida masih pingin main." Baiklah , saya tinggal ke belakang. Agak lama saya balik lagi dan kardus masih ada. Sudah mau keluar tanduk aja. Betapa terkaget kaget ternyata ada penghuninya dirumah kardus. Dan penghuninya pun sedang terlelap tidur zzzzzz 😂😂 Baiklah....

Tendaku

Suatu sore ketika masih terdengar rintik hujan diluar sana." Bunda main apa lagi ya.." Melihat seprei ditumpukan lipetan baju langsung deh cuzz "yuk ah bikin tenda bunda" Bikin tenda tendaan adalah aktivitas yang asik untuk anak anak Jadilah kita bikin tenda ala ala kita , bermodalkan seprei yang lebar.   Cukup simpel dan sederhana tapi cukup mewakili apa yang disebut dengan tenda. Walaupun tidak sempurna tapi cukup membuat anak anak bahagiaaahh. Aktivitaspun bisa dilakukan disini dari yang main puzel , jual jualan, baca buku sampe ngaji. Anak anak sangat menyukainya, kapan kapan deh insy kita camping beneran dengan tenda yang beneran ^^

Bunga bungkus kopi

Next day... Sisa gunting gunting bungkus kopi dibuang sayang . Yo wes nak kita bisa bikin apa nih dengan sisa sisa ini, kyaknya sayang dbuang ya. Ada usul ??? Lampion, bunga , gantungan, tempel menempel Jadilah bikin hiasan bunga yang rencananya akan ditempel di kertas dan jadi hiasan dinding. Caranya lebih simpel , ukuran disamakan trus  dilem sampai 5 kelopak. Menggunakan lem bakar. Mbak Ghaida sibuk potong potong dan yang pegang lem mas Ghaza. Ade haura sebagai pengamat dan itung itung hasil bunga yang sudah dibuat. Alhamdulillah bungkus kopi terpakai semua ^^

Menganyam bungkus kopi

Mba Ghaida tidak masuk sekolah karena sakit cacar  dapet estafet dari mas nya yang sudah duluan kena. Untuk mengusir kebosanan dirumah jadilah ngoprek bungkus kopi. Awalnya bungkus kopi dikumpulin karena infonya bisa dituker 10bungkus dengan satu kopi karena keasikan ngumpulin pas ditanya ke penjualnya welahhh waktu penukaran sudah habis 😂😂 Baiklahhh, kebetulan nih kita bisa pake buat yang lain. Yuk kita bikin bikinan, - Langkah pertama kita bersihkan dulu biar nanti g ada semut yang ndeketin, setelah itu jemur dan dilap - Gunting sesuai keperluan dan lipat - Mulai deh anyam menganyam Untuk tingkat kesulitan lumayan soalnya ini baru pertama kali mencoba bikin. Langsung cuzz googling cara menganyamnya. Dan hasilnya pun masih perlu diperbaiki lagi kedepannya. Sambil menunggu bungkus kopi lagi. Bundapun jadi ikut belajar. Alhamdulillah bisa mengalihkan kebosanan mbak Ghaida selama cuti dirumah ^^

Cumpang alang alang

Mba Haura 4y itu palingg suseh sama yang namanya keramas. Alasannya perihh nda kalau keramas. Padahal kalau lagi main air nih diguyur guyur sendiri no problemo hihihi Emak atur strategi deh, seperti pagi ini setelah 2 hari ga keramas dibujuk dirayu ga mempan. Kali ini harus berhasil. Semangatt.. " Mba, yuk cumpang alang alang , pake bak mandi nya adik halin. Kebetulan airnya masih anget nih sekalian berendam. " Terlihat doi masih mikir mikir. " Hayukk.. nanti keburu dingin " and finally yesss dia mau. Buka baju sendiri langsung masuk bak. Bunda siapp. Mulai deh dengan lagu andalan " cumpang alang alang rambut pendek kumannya hilang... " sambil melakukan aksi keramas. Alhamdulillah done, selanjutnya... " Gimana rambutnya setelah keramas, wangiiii lembut lagi. Nanti nyisirnya jadi gampang. Aksi berikutnya ambil sisir sendiri nyisir sendiri. Alhamdulillah done keramas tanpa marah marah 😘

Otak atik stik bikin asikk

Stik es krim kl saya liat nih lempeng gitu.  Setelah kemarin dipake buat ngadu sama temen temennya dirumah sekarang tinggal diotak atik asik. Lumayan cantiikk jadinya, dibentuk sedemikian rupa dan di hias pake spidol ditulisin. Wah bunda malah baru kepikiran ternyta keren juga ya kalau dibentuk seperti itu. Jdi yang awalnya lempeng lurus tak mengandung nilai seni bagi saya setelah dimake oper sma anak anak jadi amajing 😍. Mulai dibentuk , ada yang ditulis ada yg cuma dihias pinggir saja. Awalnya sih sudah curiga aja , waduhh mba mas mau dbikin apa kok nyari cutter. Selidik punya selidik welahh sudah lagi isik2 stik tak lupa candid hihihi Pesen bunda hati hati ya main cutternya , dan jangan lupa sampah isik isiknya dibersihkan. " Iya bunda... "  saya tinggal ke dalem lagi nemenin si kecil . Tak lama kemudian mba Haura dateng " bunda tisunya mana " weitsss.. what happen ini . " Ada dimeja ambil saja mbak, ada apa kok nyari tisu ." Langsung d...

Aliran rasa

Kali ini saya merasa tidak full dalam menghadapi challenge ini. Kebetulan bertepatan dengan launching si kecil di perut. Yang pada awalnya sudah merencanakan dan sudah ada beberapa kegiatan yang tersimpan setelah kehadiran si kecil seperti buyar semuanya. Kegiatan tidak terkendali dan saya pun mulai disibukan dengan sikecil. Semoga challenge ke depan bisa diikuti dengan baik

Menghitung hari

Setiap ada kesempatan disitulah selalu dimanfaatkan. Menunggu kelahiran adik kecilpun dijadikan media belajar. " Ade diperut kapan keluar bunda " itu yang selalu ditanyakan mas nya " Masih kurang 13 hari lagi mas " jawab bundanya. " Wah masih lama ya " jawabnya sambil puk puk dede di perut. " Itu perkiraan saja bisa jadi besok lahiran atau lusa. " Mas nya hanya oo panjang. Kalau sekarang tanggal 22 , 13 hari lagi tanggal berapa mas ? Mulailah sibuk menghitung kalender. Ada banyak cara untuk bertemu dengan si matematika 😍😍 Kenapa dulu saya merasa  deg degan ya kalo ketemu angka #ah itu masa lalu yang suram kwkwkw  😂😂😂😂

Membongkar isi Labu

Critanya menemukan si labu yang telah lama hilang. Lagi beres beres ketemulah dia. Lama sekali tidak diisi. Jadilah berat nya tidak bertambah. Dan empunya meminta untuk dibelah saja. Jadilah tuh si labu dibelah. Keluarlah berbagai macam bentuk recehan dari yang 100 rupiah sampe 1000. Uang kertaspun ada tapi hanya beberapa saja. Dengan antusias mba Ghaida selaku pemilik labu memimpin proses perhitungan. Membagi yang logam dari yang 100 500 1000. Mas Ghaza dan ade Haura tidak ketinggalan ikut berpartisipasi. Mengelelompokan dari yang 100 500 1000. Ade Haura menyusun uang logam menjadi bangunan katanya. Alhamdulillah uang logam sebanyak itu senilai 65.500 😍😍 Besok nabung lagi ya biar dapat banyak, uang logam dituker dengan uang kertas dan masuk celengan lagi.

Math in the shop

Critanya hari ini jalan jalan ke kota ke pasar tepatnya dengan maksud mencari baju seragam untuk ponakan. Belajar matematika memang bisa dimana saja. Bisa dijalan raya , menghitung ada berapa mobil yang sedang berhenti di lampu merah, menghitung becak yang sedang parkir di sepanjang jalan. Sambil belajar dan bisa menahan mata dari rasa kantuk si kecil ^^ Setelah sampe ditoko juga media untuk belajar berhitung masih ada. Dari menghitung sarung yg di tata rapi, menghitung warna yang sama , menghitung patung. Semuanya bisa jadi media. Dan haura pun menikmatinya.  Sambil menyelam minum air , sambil berhitung sambil menghilangkan kebosanan saat menunggu berbelanja.

Aliran rasa

Setelah kurang lebih selama 10 hari menikmati tantangan pembuatan pohon literasi dengan pengerjaan yang tertatih dan terseok seok. Banyak hambatan dan rintangan yang menghadang #hihihi Tantangan buat mba Ghaida karena memang minat bacanya kurang dia lebih tertarik untuk corat coret setelah dibuat pohon literasi minimal dia akan pegang buku sehari 2 kali  ( kayak mandi aja hehhhe ) Beda dengan mas Ghaza yang minat bacanya sudah lumayan tinggi. Kalau ada buku baru sperti punya target untuk segera diselesaikan bacaanya. Dan mas nya inilah yang sering banget komplen kalau lama ga ke gramedia beli buku atau ke perpusda untuk baca baca sebentar. Haura si kecil yang masih ikut sana sini juga mulai menyukai buku. Dan memang lebih suka buku dengan tampilan colorpul dan besar besar gambarnya sesuai dengan usianya. Dan terkadang bikin cerita versi dirinya sendiri dengan melihat gambar. Dan juga masih saja didongengin dengan satu judul saja tiap malam. Ga ada bosennya sampe2 pernah sua...

never ending story teling 2

Saat abinya pulang disaat itulah sepertinya saya pensiun menjadi seorang story telling.  Seperti malam ini, anak anak kompak untuk dibacakan bukunya sebelum tertidur. Dan seperti sudah mencandu mereka belum mau tidur kalau belum dibacakan bukunya Dan anehnya lagi buku yang baca itu termasuk sudah khatam bacanya. Mungkin ada kesan tersendiri ketika dibacakan abinya. Ah.siapapun yang baca bunda berharap kalian dekat dengan buku buku. Dengan membaca pintu cakrawala dunia akan ada pada genggaman tangan kita

Pohon literasiku

Setelah tersendat mulailah melebatkan lagi. Membaca dan mulai menikmati setiap pagi sehabis shubuh. Dan mas Ghaza memang santi saja ketika meihat kelopak dmi kelopak Ghaida semakin banyak. Semoga tetap semangat terus walapun tanpa pembuatan pohon literasi. Dengan buku yang berbeda jenis pula. Untuk mas Ghaza suka buku perang ttg pahlawan, sains atau alam Mba Ghaida masih condong suka tampilannya yang bacaannya lebih sdkit. Kalau sudah melihat tulisannya banyak langsung mundur. hehee Ade Haura suka yang gambar besar dan full colour

Never ending story telling ^^

Pelebatan pohon literasi sempat tersendat dengan adanya pesantren ramadhan. Mas Ghaza dan  Mba Ghaida menginap selama 3 hari 2 malam. Saat ditawarkan apakah mau membawa buku mereka menggeleng perlahan. Baiklah tidak apa apa. Dan kegiatan disanapun sepertiny fullm Dan yang tertinggal adenya yang dirumah. Sendiri dan sepi katanya. Dan story telling sebelum tidur menjadi rutinitas yang tidak berhenti. Dan dengan cerita yang sama pulak. Sampai bundanya benar benar bosan tapi mau bagaimna lagi si ade tidak ada bosannya. Sampai sampai kalau ada kejadian yang  terlewat dia langsung interupsi. #saking emak sdah terkantuk kantuk dan ingin menyudahi ceritanya 😂😂😂 Tentang apa sih critanya yupppsss tentang semut yang rajin vs belalang yang malas.

Tahapan perkembangan membaca

Tahapan perkembangan membaca pada Haura 4y Untuk saat ini haura sudah melewati tahap fantasi dimana selalu membawa buku paporit kemana mana  dan sekarang berada pada tahap pembentukan konsep diri. Sudah mulai menerka nerka gambar yag dilihatnya tapi tidak sesuai dengan apa yang menjadi inti ceritanya. Kadang lucu juga melihatnya. Mulutnya komat kamit seolah olah tau apa yang sedang dibacanya. 😂😂😂 Endingnya kalau ingin tau alurnya pasti deh kembali story telling bundanya berubah peran menjadi pendongeng. No problem ya de haura... kita lewati tahap demi tahap , perlahan lahan ya.

Saatnya mendongeng ^^

Khusus hari ini semuanya membaca berjamaah  Bunda mendapat request untuk membaca buku sebelum tidur. Baiklah gantian ya jangan berebut  masing masig jatah 2 judul. Cape dah ini mulut membacakan 6 judul cerita 😅😅😅 Sebenernya buku satu cuma banyak judulnya aja. Termasuk new comer juga judulnya 45 hewan di jaman nabi  . Masing masing anak berhak memilih 2 judul. Baiklah... let's go read my child. Sambil sesekali nguep nguep Story telling before go to bed 😍😍😍

Serba serbii proses pohon literasi

Kegiatan membaca buat anak anak memang memiliki banyak tantangan tersendiri apalagi yang memang standar membacanya biasa biasa saja. Seperti mba Ghaida, standarnya biasa saj tapi kalau untuk motivasi melebatkan kelopak dia mah semangatttt banget. Entah karena semangat baca atau karena dia semangat gunting tempel kelopaknya 😂😂😂. Saat selesai baca dia langsung ambil kelopak gunting dan tempel. Lain halnya dengan mas Ghaza. Baca iya setiap hari tapi kalau untuk tempel dan gunting doi mulaes gerak. Nanti pada akhirnya mbaknya yang membantu untuk gunting tempelnya. Si ade Haura penyemangat gunting tempelnya. Untuk membaca saat ini lebih tertarik untuk buku bacaan yang besar gambar dan warnanya. Lebih tepatnya melihat buku karena belum bisa membaca saat ini...

Masih berproses...

Masih melebatkan pohon... Mba Ghaida dengan antusias melebatkan mahkota bunganya. Habis sholat shubuh dijadian momen buat baca buku. Terjadi pergeseran jadwal memang yang biasanya habis sholat maghrib anak anak pegang buku diganti hbis sholat shubuh. Habis sholat maghrib dipake untuk main diluar dan ngemil makanan sambil nunggu waktu tarawih. Mas Ghaza dengan kostum ringgonya juga asikk dengan bacaanya Dan ade Haura yang masih proses menyimak. Terkadang nimbrung masnya kadang nimbrung mbak nya.  It' s oke menyimak salah satu proses dalam tahapan belajar membaca.

Mulai melebatkan pohon literasi

Yeayy.. hari pertama melebatkan pohon masing masing Dengan bacaan suka suka mereka. Alhamdulillah ada new comer di rak buku komik al fatih vs dracula , anak lanang banget inih dikit dikit  baca wlpun belum smpe habiz krena lumayan tebel Mba Ghaida buku lamanya keajaiban penciptaan Ade haura masih suka buka buka menerjemahkan gambar sendiri. Dari yang menghitung jumlah sampai melihat mimik muka gambar nya. Apakah sedih marah bahagia Semngatt melebatkan pohoonn.. 💪💪

Pembuatan pohon literasi

Hari ke dua Pembuatan pohon literasi ala ala mereka sendiri. Bahan  dari kertas asturo yang bertugas menggambar saya tentunya dan untuk gunting menggunting tempel menempel anak yang eksesusi. Cari lahan tembok yang agak luas wlpun tetep penuh dengan coretan kwkwkw. Dan sepertinya menyambut lebaran bukan dengan wallpaper pda umumnya. Kita hias wallpaper dengan pohon literasi anak anak 😄😄😄 Rencana untuk buku yang dibaca suka2 mereka saja. Alhamdulillah koleksi buku lumayan jadi tinggal pilih sesuai selera. Bismillah semangat merimbunkan pohon masing masing yaa... 😘😘 Minus satu member karena memang kondisi LDR dengan abinya anak anak

Perencanaan pembuatan pohon literasi

Selamat datang di game level 5 tentang menstimulus kegiatan membaca pada anak anak. Tantangan 10 hari untuk merimbunkan pohon literasi yang akan dibuat Hari pertama Kita adakan rapat dadakan untuk menentukan pohon literasi yang akan kita buat. Muncullah bermacam2 ide dari anak anak. Dan ketika saya menggambarkan contoh pohon literasi anak mengusulkan yang berbeda. Saya gambarkan apa yang mereka bayangkan. Seperti bunga bermekaran dengan kelopak sebagai tempat tulisan apa apa yang sudah dibaca, seperti pohon apel beserta buahnya, pemandangan langit dengan aksesoris benda langit lainnya, Dan anak anak memutuskan sendiri mana yang akan dijadikan pohon literasi. Mas Ghaza memilih untuk melebatkan buah apel Mba Ghaida memilih untuk memekarkan bunga sebanyak banyaknya Ade Haura mah ngikuuttt aja  dibuatkan untuk merimbunkan daun. Setelah ditetapkan, tinggal menyiapkan bahan yang diperlukan dan bunda bertugas membelanjakan. Bismillah kita merimbunkan masing  masing pohonny...

Aliran rasa 3

Setelah melewati tantangan 10 hri untuk menemukan gaya belajar anak yang cocok disini saya merasa saya masih perlu banyak belajar lagi.  Ternyata menemukan cara yang tepat dalam menyampaikan sebuah informasi kepada anak anak juga merupakan hal yang penting yang harus dilakukan. Dan dengan melewati tantangan ini saya jadi tau dan baru menyadari wah ternyata anakku lebih condong ke auditori makanya kl diperlihatkan secara visual tidak begitu tertarik. Begitu pula dengan yang visual.  Jadi memang harus menemukan gaya yang cocok. Dan tentunya nambah ilmunya lagi dan semakin tersadar bahwa ada  banyak hal yang terasa  terlewati. Yang awalnya dianggap biasa saja tidak memperhatikan secara detil sekarang baru sadar untuk memulainya. Tidak apalah terlambat mengetahuinya dan terus bersemangat untuk terus melakukan perubahan untuk menjadi orangtua yang  lebih baik untuk anak anak. 

The result

Setelah 10 hari mengamati gaya belajar anak saya ambil kesimpulan bahwa masing masing anak berbeda . Mas Ghaza cenderung auditori *Membaca dengan menggerakan mulutnya *Tidak perlu melihat yang berbicara hanya mendengarkan saja sudah cukup *Tidak terganggu dengan suara suara asing saat membaca atau beraktivitas Mba Ghaida cenderung visual *Menyukai warna * Suka kerapian dan keteraturan * Terganggu dengan suara asing ktika membaca atau beraktivitas * Lebih suka menulis untuk mengingat informasi Ade Haura cenderung visual * Menyukai warna * Terganggu dengan suara asing * Melakukan sesuatu sesuai dengan yang dilihat * Suka melihat tampilan visual dan mudah mengingatnya Semoga dengan menemukan cara gaya belajarnya, sebagai orangtua saya bisa memberikan informasi yang diperlukan secara tepat. Walaupun dalam berjalannya waktu bisa berubah untuk gaya belajarnya. Tetap semangat membersamai anak anak

Membuat Jeli sendiri

Mengamati gaya belajar anak hari 10 Pengamatan pembuatan jelli  Ada usulan untuk pembuatan jeli dirumah. Selain simpel bahannya , caranya juga mudah untuk dilakukan anak anak. Dan paling cepet ngabisinnya  Jadilah membuat jeli dirumah. Ghaza sudah bisa melakukan sendiri hanya perlu diingatkan saja untuk takarannya. Masuk auditori Ghaida pun bisa melakukan sendiri karena mungkin sudah terbiasa melihat tetapi seringkali bertanya apakah sudah benar ? Masuk kategori visual. Sesuai instruksi bundanya. Haura masuk kategori visual karena dengan meniru apa yang di lakukan mba Ghaida.  Bikinnya lama makannya ga nyampe 2 jam habis ludes tak tersisa itulah nasib jelli 

Time for review

Mengamati gaya belajar anak hari 9 Kali ini yang diamati saat menceritakan kembali buku yang seringkali dibacakan sebelum tidur.   Ghaza saat bercerita mata ke atas dan kebawah. Cocok dengan tipe auditori Ghaida saat menceritakan kembali mata bergerak ke kanan dan kekiri. Cocok dengan tipe auditori juga. Haura saat bercerita mata ke atas dan kebawah. Masuk kategori visual.  Diselingi cekikikan kalo lupa. Ah... hari terasa indah kalau jadwalnya anak anak bercerita jadi tidak monoton bundanya aja yang cerita. 

Time for reading

Mengamati gaya belajar anak hari ke 8 Aktivitas membaca Aktivitas membaca juga menjadi aktivitas yang mulai dibiasakan.  Kunjungan ke toko buku ataupun ke perpusda menjadi agenda pilihan tiap bulannya.  Kalau mau yang gratisan ya ke perpusda , tinggal cari buku nongkrong bisa sampe lama. Gaya membaca buku anak anak Ghaza membaca tidak bersuara dan mulutnya komat kamit dan tidak terpengaruh kalau ada yang mengganggu. Fokus pokoknya. Masuk kategori auditori Ghaida lebih suka menulis dan mudah terganggu jika ada suara sedikit. Masuk kategori visual Haura menjadi pendengar yang baik. Dan terkadang pura pura membaca mulutnya komat kamit ngalahain mbah dukun hihihi.. Padahal entah apa yang dia baca.  Masuk kategori auditori. Semangat membaca...

Tentukan warnamu

Mengamati gaya belajar anak hari 7 Mengamati aktivitas bermain warna Ada acara playdate mewarnai pelangi. Dengan anggota lengkap menuju tempat playdate di taman andang. Daftar per keluarga, dan pas acara mewarnainya mas Ghaza dan ade Haura mlipir. Ghaza tidak begitu tertarik dengan permainan warna lebih suka keliling mengamati sekitar. Masuk kinestetik. Ghaida sangat tertarik padahal sebenarnya dirumah sudah sering bermain warna. Masuk ke visual Haura ngikut mas nya keliling. Ikut kinestetik tapi masih ngikut2 aja haura mah hehhe Setelah selesai acara Ghaida tetep semangat bikin lagi dan mas Ghaza ikutan juga. Tapi hasilnya bener bener deh hehehe bikin bingung apa yang dibikinnya kwkwkk full kertas dikasih warna campuran semua warna.  Cerita awalnya ada rumah terus tiba tiba ada badai terus jadi ada angin topan rumahnya hilang gelappp semua warna kertasnya. Kwkkkwkw it's ok lah apapun imajinasimu itu nak.. Haura pun ikut bikin dan yah masih tahap awal bermai...

Menjadi pendengar yang baik

Mengamati gaya belajar hari ke 6 Judulnya mengamati anak anak saat dibacakan buku.  Anak anak sangat suka sekali dibacakan buku, terkadang sudah menyiapkan sendiri buku mana  yang harus dibacakan. Sudah menjadi sebuah kebiasaan pada saat menjelang tidur.  Kali ini tugas abinya yang membacakan buku. Dan semua sepakat untuk dibacakan satu buku saja.  Judulnya 45 hewan di zaman nabi ( serial kisah hewan penambah iman ) . Langsung mereka menyiapkan posisi nyaman. Ghaza pendengar yang baik tidak perlu melihat gaya yang sedang bercerita. Masuk ketipe auditori Ghaida mendengarkan sambil melihat abinya yang sedang bercerita. Masuk ketipe visual, walaupun akhirnya terkapar tertidur hehhe Haura mendengarkan tanpa perlu melihat masuk kategori auditori. Dan hanya membaca 2 judul sudah terlelap. Ditutup dengan membaca doa sebelum tidur. Malam ini bundanya libur membacakan buku untuk anak anak alih profesi menjdi pengamat dan tukang candid 

Belajar lewat poster part of body

Pengamatan hari ke 5 Acaranya pembelajaran part of body Media yang digunakan made in sendiri poster bagian dari tubuh. Poster ditempel di tembok agar mudah terlihat dan terbaca dan tentunya dengan komposisi warna yang menarik alias colourfull agar anak anak tertarik mlipirrr untuk sekedar intip intip atau tanya ini namanya apa Untuk hal ini semua masuk kategori visual auditori.  Malam ini bermain tebak tebakan bunda yang mengeja anak anak antusias menunjuk bagian tubuh pada gambar. Ghaza dengan lancar menunjuk karena memang sudah bisa membaca dengan baik Ghaida juga bisa menunjuk tapi sesekali harus dipancing dengan penjelasan fungsi dari bagian tubuhnya Haura masih ikut ikutan , paham hanya beberapa bagian utama saja . Seperti kepala kaki tangan mata hidung. Lainnya ya ya aja ^^ Alat peraganya kita bikin sendiri. Abinya yang menggambar , anak anak yang mewarnai dan bundanya yang memberi keterangan dan yang nempelin rame rame  Selama ini anak anak mem...

Cara belajar

Pengamatan hari ke 4 Kali ini mengamati cara anak anak belajar Dalam belajar matematika mas Ghaza sudah masuk dalam perkalian dan pas banget ada tugas untuk membuat tabel perkalian. Walaupun sudah dibuatkan tabel tetep saja tidak mau melihat tabel. Maunya bunda nya yang menjelaskan yang menjabarkan malah terkadang pake penalaran contoh cerita. Masuk kedalam kategori auditori Mba Ghaida lebih suka dituliskan, diceritakan lewat gambar. Misalkan ada penambahan maka saya gambarkan apel ada 5 buah anggur 5 buah nanti total buah dikeranjang berapa. Jadi dibuatkan gambar gambar yang mewakili. Ini masuk kedalam kategori visual auditori Haura juga suka melihat gambar gambar besar sambil berhitung. Memang akan terasa lebih real dengan melihat gambar. Apalagi kalau full colour.  Masih masuk kategori visual

This is my style ..

Mengamati hari kedua Yes... masuk hari kedua kali ini dengan mengamati gaya penampilan anak anak  Ghaida selalu merapikan mukena dengan lipatan lipatan yang lucu dan rapi. Dalam berpenampilan suka sekali mencocokan antara warna baju celana dan jilbab.  Masuk kedalam kategori gaya belajar auditori dan visual  dimana sangat  suka kerapian dalam penampilan diri. Begitu juga dengan mas Ghaza. Kalau celana biru ya cari kaos yang ada warna birunya. Kadang emak yg tetiba harus nyetrika ketika baju yg dirasa cocok belum disetrika    Masuk kedalam kategori  gaya belajar auditori dan visual  Haura masih belum  mengerti. Jadi alakadarnya saja  pilih baju sendiri dengan warna yang seadanya. Atau dengan  diberikan pilihan jika masih berdiri di depan lemari . "hayo mau pake baju yang mana ? lalu memberikan saran dengan menjelaskan  dulu definisi bajunya. "mau pake baju oren ?  yg masih baru yang beli dipasar. " se...

Mendengarkan lagu

Pengamatan hari ketiga Ada lagu favorit yang termasuk new comer. Lagu menghafal bilangan dalam bahasa arab. Dan ternyata di sekolahan mereka lagu itu disetel setiap hari. Jadilah Ghaza Ghaida masuk kedalam gaya tipe belajar auditori karena dengan mendengarkan saja sudah cukup paham dan hafal ketika sudah dirumah. Kadang terdengar sayup sayup mereka menyanyikan lagu itu dirumah. Beda lagi dengan Haura. Sering mendengar mas mba nya menyanyi tapi masih belum terlihat paham. Stelah ubek ubek yutub dapatlah lagunya. Barulah setelah dapat vidioklip nya haura jadi hapal dan mudah ingat berikut dengan gaya gaya si penyanyinya   #☺☺☺ Masuk kedalam tipe visual

Pilih aktivitasmu

Hari pertama pengamatan.... Aktivitas yang diamati hari  dibuat berbeda memang mengingat usia yang berbeda. Anak anak boleh menentukan aktivitasnya sendiri Ghaza hari ini membaca  kisah kisah. Dan kalau sudah membaca dia akan tahan lama dan tidak mudah terganggu apabila ada keributan. Cocok sekali dengan tipe belajar visual  Mba Ghaida hari ini membaca juga tapi tidak tahan lama berikutnya sudah memilih untuk menggambar dan menggunting. Lebih suka dibacakan daripada membaca sendiri. Cocok dengan tipe belajar auditori. Dan akhirnya memilih aktivitas lain gunting menggunting.  Haura hari ini bermain karet, menggandeng karet. Awalnya belum bisa masih bingung setelah dijelaskan sambil melihat dipraktekan hanya 2x contoh langsung bisa dan semangatt gandeng menggandeng. Masuk kedalam tipe auditori yang harus dijelaskan untuk instruksinya dan cepat paham

Memahami Tipe Gaya Belajar Anak

Tantangan berikutnya ini tentang bagaimana kita memahami tipe belajar anak anak agar informasi  yang  kita sampaikan dapat diserap dengan baik. Tantangan yang super banget karena harus diadakan pengamatan per anak dan butuh proses dan kejelian. Ada tiga tipe gaya belajar anak yaitu : 1. Visualisasi yaitu mengakses segala macam informasi melaui akses visual , gambar , catatan, tabel dan hal hal yang terkait . 2. Auditori yaitu mengakses segala macam informasi lewat suara, bunyi bunyian , lagu  dan pemahaman pelajaran dan mnjawab dengan lagu atau dengan hal hal yang terkait 3. Linguistik yaitu mengakses informasi lewat gerakan tubuh , emosi dan koordinasi dan hal hal lain yang terkait  Sebenarnya sudah agak terlihat tipe gaya belajar masing masing anak. Seperti mas Ghaza ( 8y 4m) cenderung ke visualisasi , mba Ghaida (6y 8m) cenderung visualisasi , ade Haura ( 4y 1m) cenderung auditori .   Tapi disini masih dalam tahap menerka , menebak akan kecenderung...

Aliran rasa part 2

Setelah melewati game kedua yaitu tentang proyek keluarga banyak sekali hal hal yang harus dibenahi. Ternyata hal hal kecil bisa dijadikan sebuah proyek yang dapat melibatkan anak anak. Dengan menjadikannya sebuah proyek kegiatan menjadi lebih terarah, lebih jelas dan pada akhir sebuah proyek akan bisa di evaluasi. Dan tanpa sadar  stelah melewati game kedua ini kok jadi sedikit2 dijadikan proyek ☺ dan memang dengan proyek keluarga ini semua terlibat dan masing masing punya tanggungjawab dan peran tersendiri. Judulny proyek kecil kecilan. Bukan hasil yang diprioritaskan tapi proses untuk melewati dan tanggungjawab yang perlu dilatih dalam menjalankannya. Banyak manfaat yang bisa dipetik dari game kedua ini. Sebagai orang tua memang harus dituntut untuk lebih kreatif punya banyak ide. Kemarin sempat kehilangan ide untuk proyek selanjutnya  ternyata setelah melihat pengalaman proyek teman yang lain wah ternyata bisa hal kecilpun bisa dijadikan proyek. Pendampingan dan...

Advertisy Intellifence for Successfull Life

Adversity Intelligence for Successful Life (AIfSL)🏵 🖌Setelah 19 tahun melewati penelitian yang panjang & mengkaji lebih dari 500 referensi, Paul G. Stoltz mengemukakan satu kecerdasan baru selain IQ, EI, SI yakni AI. *AI (Adversity Intelligence)* adalah kecerdasan untuk mengatasi kesulitan. Bagaimana mengubah hambatan menjadi peluang. AI dapat digunakan untuk menilai sejauh mana seseorang ketika menghadapi masalah rumit. Dengan kata lain AI menjadi indikator bagaimana seseorang dapat keluar dari kondisi yang penuh tantangan. *Adversity Intelligence (AI)*berarti bisa juga disebut dengan *ketahanan atau daya tahan seseorang ketika menghadapi masalah*. Stein & Book (2004) menjelaskan bahwa ketahanan adalah kemampuan untuk menghadapi peristiwa yang tidak menyenangkan dan situasi yang penuh tekanan tanpa menjadi berantakan, dengan secara aktif dan pasif mengatasi kesulitan. Ketahanan ini berkaitan dengan kemampuan untuk tetap tenang dan sabar, serta kemamp...

Fitrah Ayam ( ust.Harry Santosa)

Fitrah Ayam (Ust. Harry Santosa) Dalam sebuah peternakan ayam para ayah ayam dan para ibu ayam hanya berkumpul, bergerombol, bereproduksi dan makan bersama. Makanan disediakan, minuman disediakan oleh pemilik peternakan sepanjang mereka menurut. Mereka tidak perlu susah susah seperti ayam kampung mencari makan. Ada pos pos makan dan minum di sektar mereka, ini mirip minimarket terdekat yang menyediakan semua keperluan ternak. Agar cepat besar, makanan mereka sudah dicampur berbagai "obat kimiawi" impor. Ini mirip restaurant junk food nya manusia, yang menyediakan makanan halal namun pemicu kanker. Tidak sedikit ayam ternak ini yang mengidap kanker, mati muda dan cacat karena makanannya. Ayah ayam dan ibu ayam tidak pernah merancang misi keluarganya. Buat apa juga? Pensiun dan masa depan mereka sudah ditakar dan sudah ada formulanya. Kebanyakan mereka telah rela dipensiunkan dini untuk dibawa ke rumah pemotongan. Mereka berfikir jika hidup ikhlash dan mengalir, men"...