Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2017

Aku bisa mandiri

# Ghaza Bangun tidur semangat 45 ke kemar mandi sendiri mandi lanjut sholat. Lancar seperti jalan tol  Makan sudah mandiri , ambil nasi sendiri secukupnya harus dihabiskan. Bertanggungjawab atas nasi yg diambil sendiri. Hari ini jadwal camping jadi menyiapkan perkap yg akan dibawa. Bunda membuat daftar perkap, mas nya mengumpulkan. Saat masuk ke tas mas ghaza memberi tanda checklis saya yang packing. Bisa ga muat nnti kl packing sendiri  Sholat alhamdulillah oke tinggal pembiasaan untuk tepat waktu #Ghaida Karena tidur tidak nyenyak alhasil bolak balik bangun. Giliran adzan shubuh pas lelap2nya. Dibangunkan ktanya masih ngantuk, bunda warning sampe 3x masih blum bangun juga.  Hanya bergeser pindah posisi. Ishh... bakalan absen shubuh deh.Bneran absen ga sholat shubuh. Bangun siang dan cemberut pulak.  Makan alhamdulillah sudah mandiri. #Haura Makan dibantu makanannya ditaruh  di sendok untuk ke mulutnya bisa sendiri. Untuk mandi sudah mandiri untuk pakai s...

Happy anniversary 9th

Tak terasa sudah 9 tahun terlewati Ah... seperti baru kemarin aku berani mencium tanganmu sebagai tanda aku halal untukmu Ah... seperti baru kemarin aku mendengar ijab qabul yang terucapkan Kebersamaan yang telah kita lewati, anak anak sebagai penghias tawa dan bahagia di hati. Dari awal yang kita hanya berdua sekarang insy mau jadi berenam. Ah .. bahagia rasanya menikmati kelengkapan rasa memlikimu dan anak anak Berusaha untuk terus menjadi yang terbaik untukmu dan anak anak. This day... ah rasanya ingin sekali mendapat surprise darimu. Pulang acara NLC pulang kerumah tanpa ngabarin, tiba tiba ketok pintu dan dengan pelukan hangat.. Happy anniversari sayang, terimakasih telah membersamaiku ... Untung ada alarm, ishhh ternyata mimpi 😀😀 Paginya diemm aja deh keep silent, cba apa yg akan disampaikan. Tungling tungling bunyi notifikasi wa membuat mata ini terus nglirik tiada henti Sapaan pertama seperti biasa, nothing spesial. Masih menunggu... Jam setengah...

Belajar mandiri

Alhamdulillah disambut pagi yang cerah dengan semangat baru.. Pagi pagi dengan semangat mas ghaza mb ghaida bangun antri mandi. Alhamdulillah yang awalnya mandi berdua skrang antri satu satu masuk kamar mandi dengan tertib tanpa muka asem... semoga seterusnya bisa seperti itu Menyiapkan perkap sekolahpun begitu langsung sendiri. Yang biasanya kl pas berangkat slalu tanya.. " bunda apakah semuanya sudah siap " pagi ini berbalik. " bagaimna mas mba sdah sisp semuanya " mereka serentak menjawab..siapppp... Ah...bahagia rasanya 2nd day Ghaza a. Makan sendiri ( ambil nasi, makan sendiri, megembalikan tempat makan ) lukus b. Menyiapkan keperluan sekolah ( buku , baju ganti , air minum) lulus c. MCK sendiri lulus d. Sholat 5 waktu masih diingatkan Ghaida a. Makan sendiri ( ambil nasi, makan sendiri, mengembalikan tempat makan ) lulus b. Menyiapkan keperluan sekolah ( buku, baju ganti, air minum ) lulus c. MCK sendiri lulus d. Sholat 5 waktu masih diingatk...

Tabel kemandirian

Tantangan berikutnya setelah komunikasi adalah kemandirian. Salah satu pe er juga buat saya yang selama ini sering kurang sabar menunggu anak untuk mandiri. Misalkan saja dalam hal kecil saja karena saya kurang sabar melihat mas atau mbaknya yg lama ga pake baju sya mengalah membantu memakaikannya, karena makan sendiri sangat lama dan terkadang dapatnya sedikit alhasil sya bantu degan menyuapinya. Ah... hal hal kecil yang diabaikan, padahal itu semua salah satu proses yang harus dilewati anak anak untuk menumbuhkam kemandirian yang nantinya bisa dijadikan dasar saat sudah besar nanti. Alhamdulillah dengan tantangan ini saya memulai proses untuk lebih konsisten dan terencana dan terarah dalam menanamkan kemandirian pada anak anak  Setelah melalui diskusi dan obrolan sana sini  akhirnya menghasilkan beberapa kesepakatan apa apa saja yang bisa dilakukan secara mandiri. Mas Ghaza 8y2m Mba Ghaida 6y6m Ade Haura 3y11m Kami sepakat untuk membuat tabel dengan pemberian bi...

12 Gaya populer penghambat komunikasi

Hari baru semangat baru Satu minggu sudah kita memperdalam materi "Komunikasi Produktif". Dan teman-teman saat ini sedang melatih kekonsistenan diri dalam menjaga komunikasi dengan diri kita sendiri, dengan partner atau rekan kerja  dan dengan anak-anak kita. Banyak tantangan ya pasti, tapi seru. Di pekan pertama ini, kami ingin berbagi tentang 12 gaya populer, yang menghambat komunikasi kita. Mungkin sebagian besar dari kita sudah sering mendengar tentang 12 gaya populer (parenthogenic).  Tanpa kita sadari, secara turun temurun 12 gaya komunikasi ini sering kita gunakan dalam percakapan sehari-hari. Ketika anak sedang atau tidak bermasalah pun, jika kita sering meresponnya dengan menggunakan 12 gaya populer ini, anak akan merasa tidak percaya dengan emosi atau perasaannya sendiri. Padahal sangat penting bagi anak untuk belajar percaya dengan perasaannya dan dirinya, hal tersebut akan mendukung perkembangan emosinya dan mendorong anak tumbuh menjadi percaya diri. Jika pe...

Berkomunikasi sesuai bahasa cinta anak

Menurut Gary Champan & Ross Campbell, MD, dalam buku mereka yang bertajuk The Five Love Languages of Children, terdapat 5 cara anak dan manusia memahami dan mengekspresikan cinta, yakni; 1. Sentuhan Fisik, 2. Kata-kata Mendukung, 3. Waktu Bersama, 4. Pemberian Hadiah, 5. Pelayanan. Umumnya setiap anak bisa menerima cinta melalui 5 bahasa di atas, namun ada satu bahasa yang paling dominan pada masing-masing anak. Berikut adalah tips dalam berkomunikasi dengan si kecil sesuai bahasa cintanya. 1.Apabila bahasa cinta anak kita adalah Sentuhan Fisik * Saat bertemu dan berpisah dengan si kecil, berilah pelukan. * Saat si kecil stres, beri belaian untuk menenangkannya. * Peluk dan cium si kecil saat ia tidur malam dan bangun pagi. * Setelah mengajar disiplin pada si kecil, beri pelukan sejenak dan jelaskan bahwa pengajaran yang diberikan adalah untuk kebaikannya dan Anda tetap sayang padanya. * Saat memilih hadiah untuknya, beri benda yang dapat ia pegang/peluk, seperti bantal...

Aliran rasa (part 1)

Setelah melewati 10 tantangan awal komunikasi produktif rasanya seperti tersadarkan. Ternyata banyak yang harus dibenahi , banyak kesalahan kesalahan yang tidak saya sadari ternyata termasuk 12 gaya populer yang menghambat komunikasi.  Seperti tanpa sengaja menyalahkan ( mas makanya kalau sudah berasa giginya sakit tidak usah makan atau minum yg manis manis ) niat awal ingin mengenalkan sebab akibat , atau menganalisa ( hayo coba diinget tdi naruh dimna jamnya. kalau ga di meja mungkin dirak buku atau mungkin ketinggalan di sekolah ) dengan niat membantu mengingatkan memorinya lagi. Alahmdulillah sedikit demi sedikit memperbaiki, secara bertahap. Bersyukur sekali megikuti kelas bunda sayang di kelas iip. Banyak hal yang sebelumnya tidak tau menjadi tidak tau. Semangat untuk terus belajar berkomunikasi dengan lebih baik .. #komunikasiproduktif #bundasayang #iip

Menyelam sambil minum air

Wiken yang dinanti kl pas abinya pulang. Yess...jalan jalan pas juga ada acara di perpusda training magnet rejeki pembicaranya Ibu Meti. Sometimes saya heran sangat heran, dari awal sudah direncanakan sudah diinfokan kl bunda akan ada acara di perpusda brgkat jam 09.30tet dari rumah. Teorinya siapkan anak anak jauh jauh waktu sebelum keberangkatan biar bisa dikondisikan pas jam berangkatnya. Dan sudah saya lakukan Faktanya ketika sudah siap ada saja iklannya , si kecil yg harus milih celana, mbaknya yang pingin muter naik sepeda dulu. Beuhh... bigimana tidak molor jamnya# pelan pelan saja mencoba memenuhi keinginan anak anak. Gawat kalau sampai muncul keributan dijamin gatot dah acara belajarnya bunda. Atur strategi saja, si ade haura diberikan dua pilihan. Mau ikut dg pake celana yang ada atau mau dirumah saja boleh memakai sarung. Gimana ga ngakak wong ga mau pake celana kok milih pake sarung. 😂😂😂 Akhirnya memilih pake celana seadanya dan ikut...

Mempersiapkan Generasi AqilBaligh dari Masjid (part2)

🕌 *Mempersiapkan Generasi AqilBaligh dari Masjid (Bagian 2)* Oleh: Ustadz Harry Santosa Kurikulum Pendidikan Generasi AqilBaligh Berikut adalah prinsip dan asumsi asumsi untuk mendidik generasi AqilBaligh yang menjadi landasan penyusunan Kurikulum Pendidikan generasi AqilBaligh, menurut ustadz Adriano Rusfi . Pendidikan AqilBaligh ini mulai intensif ketika anak berusia 10-12 tahun sampai usia 15-19 tahun, namun perlahan merawat fitrah ketika usia dini.  Umumnya kita menggegas ketika usia dini sehingga banyak fitrah yang rusak, lalu sibuk memperbaikinya ketika menjelang aqilbaligh. Prinsip Pendidikan Generasi AqilBaligh 1. Anak adalah manusia aqil-baligh dan mukallaf. Anak berhak mengambil keputusan sendiri atas dirinya Anak bertanggung jawab atas perilaku sadar dan bebasnya Anak berhak memiliki ruang pribadi (privacy) Anak telah terkena hukum-hukum sosial dan syariah 2.Allah telah menciptakan manusia sebagai makhluk yang sempurna, mulia, dan berdaya Anak harus d...

Memepersiapkan Generasi AqilBligh dari Masjid (part1)

*Mempersiapkan Generasi AqilBaligh dari Masjid (Bagian 1)* Oleh: Ust. Harry Santosa Ada sebuah teguran bagi kita semua dalam mendidik generasi, "buat apa kita ajarkan anak Taklif Syar'i, namun tidak kita siapkan mereka untuk Mukalaf (kemampuan memikul beban syariah, dari menyeru kepada Tauhid, Ibadah, sampai kepada Nafkah, Jihad dan Menikah) ketika AqilBaligh tiba". Ya, umumnya kita sangat concern mengajarkan berbagai kewajiban agama kepada anak anak kita ketika usia 7 -12 tahun bahkan lebih dini, namun kita tidak menyiapkannya pada usia 12 - 15 tahun untuk menjadi pemuda sejati (arrijaal) yang mandiri, punya peran peradaban spesifik yang memberi manfaat bagi ummat dan memiliki kemampuan untuk mengemban syariah itu sendiri dalam makna yang lebih luas sejak berusia 15 tahun. Kita lihat sepanjang sejarah peradaban Islam, sejak zaman Rasulullah SAW, dari generasi ke generasi selalu muncul para pemuda belasan tahun yang sudah memiliki peran peradaban yang dibutuhkan ummat...

Menikmati proses..

Hari terakhir tantangan 10hari produktif... Ah... sepertinya baru kemarin merangkai kata mengabadikan setiap momen dan yang paling penting menyimpan dalam hati dan pikiran. Apa apa yang telah saya lakukan selama 10 hari ini membrsamai anak anak. Kembali mereview lagi,  masih harus banyak belajar lagi untuk berkomunikasi dengan anak anak. Diksi yang tepat dan suasana yang tepat tentunya akan mempengaruhi keberhasilan komunikasi itu sendiri. Suami yang begitu pendiam, sedikit berbicara. Ketika saya menyampaikan 10 kalimat doi hanya mengeluarkan 2 kalimat atau bahkan terkadang hanya oooo saja 😷😷. Lebih condong sebagai pendengar yang baik.  Baiklah kl memang sangat diperlukan pendapat , saya yang harus memberitahu dan saya harus meminta. Jagoan yang masih merajuk minta dunlut game, pelan dan pasti kita mencoba mengkomunikasikan. Sebab akibat dengan seringnya maen game. Mengalihkan dengan kegiatan luar akan membuatnya melupakan game. Bismillah harus konsisten, m...

Belajar darimu nak..

Mengontrol emosi dengan baik adalah salah satu PR yang menjadi prioritas. Sulit tapi bukan berarti tidak bisa. Yang pasti harus konsisten dilakukan terus menerus agar terlatih. Seperti kasus meghadapi sikecil Haura yang masih berusia 3,5 tahun. Masih menyukai satu model celana yang lain lewat...#banyak celana yang dianggurin di lemari 😣😣 Setelah kemarin ada new comer celana putih jadilah si andalan. Maunya pake terus,  kotor kl ga parah banget saya mengalah untuk bisa dipake lagi. Kl sdah kena ompol baru sya pastikan masuk ke list cucian. Awalnya merajuk menangis dipegangin celana putih yang kena ompol pas tidur malem. " tarik nafas tahan nafas kluarkan pelan pelan"  Diam menemani sikecil menangis smbil pegang si clana paporit. Sampai akhirnya tertidur dalam kondisi pegang celana ompol dan masih blm pake celana #fyuh.. what can i do nak kl kamu sperti ini 😳😳 Pelan pelan saya pakein celananya. Dan celana paporit andalan say...

Belajar menerima konsekuensi

Ah.. begitulah namanya anak anak. Apa saja bisa dibuat mainan. Seperti sore ini ketika hujan diluar dan kondisi mati lampu pula mereka asik bereksplorasi. Judulnya perosotan 😂😂😂 Padahal kasur baru saja dijemur, baru dicuci sarungnya pula weslah jadi korban eksplorasi perosotan. Melihat tawa ceria mereka luluh juga. " Ya sudah boleh, nnti tolong di kembalikan ke posisi semula ya. Hati hati mainnya, kl main perosotan konsekuensinya tabrakan. Liat sebelahnya kl mau merosot. " Menjawab serempak dan main lagi. Dan memang betul apa yg saya perkirakan, bberapa menit kemudian ada yang melapor. " Bunda kepalaku kena ade nih "  Ada yang menyanggah. Mulai deh. " Dari awal bunda sdah bilang kl main perosotan begini konsekuensinya ya tabrakan. Bagaimna masih ingin main atau udahan ? " Dan tak lama mereka main lagi ☺☺☺ Setiap apa yang kita lakukan pasti ada  konsekuensinya dan ketika kita memutuskan sesuatu harus terima konsek...