Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2017

Belajar lewat poster part of body

Pengamatan hari ke 5 Acaranya pembelajaran part of body Media yang digunakan made in sendiri poster bagian dari tubuh. Poster ditempel di tembok agar mudah terlihat dan terbaca dan tentunya dengan komposisi warna yang menarik alias colourfull agar anak anak tertarik mlipirrr untuk sekedar intip intip atau tanya ini namanya apa Untuk hal ini semua masuk kategori visual auditori.  Malam ini bermain tebak tebakan bunda yang mengeja anak anak antusias menunjuk bagian tubuh pada gambar. Ghaza dengan lancar menunjuk karena memang sudah bisa membaca dengan baik Ghaida juga bisa menunjuk tapi sesekali harus dipancing dengan penjelasan fungsi dari bagian tubuhnya Haura masih ikut ikutan , paham hanya beberapa bagian utama saja . Seperti kepala kaki tangan mata hidung. Lainnya ya ya aja ^^ Alat peraganya kita bikin sendiri. Abinya yang menggambar , anak anak yang mewarnai dan bundanya yang memberi keterangan dan yang nempelin rame rame  Selama ini anak anak mem...

Cara belajar

Pengamatan hari ke 4 Kali ini mengamati cara anak anak belajar Dalam belajar matematika mas Ghaza sudah masuk dalam perkalian dan pas banget ada tugas untuk membuat tabel perkalian. Walaupun sudah dibuatkan tabel tetep saja tidak mau melihat tabel. Maunya bunda nya yang menjelaskan yang menjabarkan malah terkadang pake penalaran contoh cerita. Masuk kedalam kategori auditori Mba Ghaida lebih suka dituliskan, diceritakan lewat gambar. Misalkan ada penambahan maka saya gambarkan apel ada 5 buah anggur 5 buah nanti total buah dikeranjang berapa. Jadi dibuatkan gambar gambar yang mewakili. Ini masuk kedalam kategori visual auditori Haura juga suka melihat gambar gambar besar sambil berhitung. Memang akan terasa lebih real dengan melihat gambar. Apalagi kalau full colour.  Masih masuk kategori visual

This is my style ..

Mengamati hari kedua Yes... masuk hari kedua kali ini dengan mengamati gaya penampilan anak anak  Ghaida selalu merapikan mukena dengan lipatan lipatan yang lucu dan rapi. Dalam berpenampilan suka sekali mencocokan antara warna baju celana dan jilbab.  Masuk kedalam kategori gaya belajar auditori dan visual  dimana sangat  suka kerapian dalam penampilan diri. Begitu juga dengan mas Ghaza. Kalau celana biru ya cari kaos yang ada warna birunya. Kadang emak yg tetiba harus nyetrika ketika baju yg dirasa cocok belum disetrika    Masuk kedalam kategori  gaya belajar auditori dan visual  Haura masih belum  mengerti. Jadi alakadarnya saja  pilih baju sendiri dengan warna yang seadanya. Atau dengan  diberikan pilihan jika masih berdiri di depan lemari . "hayo mau pake baju yang mana ? lalu memberikan saran dengan menjelaskan  dulu definisi bajunya. "mau pake baju oren ?  yg masih baru yang beli dipasar. " se...

Mendengarkan lagu

Pengamatan hari ketiga Ada lagu favorit yang termasuk new comer. Lagu menghafal bilangan dalam bahasa arab. Dan ternyata di sekolahan mereka lagu itu disetel setiap hari. Jadilah Ghaza Ghaida masuk kedalam gaya tipe belajar auditori karena dengan mendengarkan saja sudah cukup paham dan hafal ketika sudah dirumah. Kadang terdengar sayup sayup mereka menyanyikan lagu itu dirumah. Beda lagi dengan Haura. Sering mendengar mas mba nya menyanyi tapi masih belum terlihat paham. Stelah ubek ubek yutub dapatlah lagunya. Barulah setelah dapat vidioklip nya haura jadi hapal dan mudah ingat berikut dengan gaya gaya si penyanyinya   #☺☺☺ Masuk kedalam tipe visual

Pilih aktivitasmu

Hari pertama pengamatan.... Aktivitas yang diamati hari  dibuat berbeda memang mengingat usia yang berbeda. Anak anak boleh menentukan aktivitasnya sendiri Ghaza hari ini membaca  kisah kisah. Dan kalau sudah membaca dia akan tahan lama dan tidak mudah terganggu apabila ada keributan. Cocok sekali dengan tipe belajar visual  Mba Ghaida hari ini membaca juga tapi tidak tahan lama berikutnya sudah memilih untuk menggambar dan menggunting. Lebih suka dibacakan daripada membaca sendiri. Cocok dengan tipe belajar auditori. Dan akhirnya memilih aktivitas lain gunting menggunting.  Haura hari ini bermain karet, menggandeng karet. Awalnya belum bisa masih bingung setelah dijelaskan sambil melihat dipraktekan hanya 2x contoh langsung bisa dan semangatt gandeng menggandeng. Masuk kedalam tipe auditori yang harus dijelaskan untuk instruksinya dan cepat paham

Memahami Tipe Gaya Belajar Anak

Tantangan berikutnya ini tentang bagaimana kita memahami tipe belajar anak anak agar informasi  yang  kita sampaikan dapat diserap dengan baik. Tantangan yang super banget karena harus diadakan pengamatan per anak dan butuh proses dan kejelian. Ada tiga tipe gaya belajar anak yaitu : 1. Visualisasi yaitu mengakses segala macam informasi melaui akses visual , gambar , catatan, tabel dan hal hal yang terkait . 2. Auditori yaitu mengakses segala macam informasi lewat suara, bunyi bunyian , lagu  dan pemahaman pelajaran dan mnjawab dengan lagu atau dengan hal hal yang terkait 3. Linguistik yaitu mengakses informasi lewat gerakan tubuh , emosi dan koordinasi dan hal hal lain yang terkait  Sebenarnya sudah agak terlihat tipe gaya belajar masing masing anak. Seperti mas Ghaza ( 8y 4m) cenderung ke visualisasi , mba Ghaida (6y 8m) cenderung visualisasi , ade Haura ( 4y 1m) cenderung auditori .   Tapi disini masih dalam tahap menerka , menebak akan kecenderung...

Aliran rasa part 2

Setelah melewati game kedua yaitu tentang proyek keluarga banyak sekali hal hal yang harus dibenahi. Ternyata hal hal kecil bisa dijadikan sebuah proyek yang dapat melibatkan anak anak. Dengan menjadikannya sebuah proyek kegiatan menjadi lebih terarah, lebih jelas dan pada akhir sebuah proyek akan bisa di evaluasi. Dan tanpa sadar  stelah melewati game kedua ini kok jadi sedikit2 dijadikan proyek ☺ dan memang dengan proyek keluarga ini semua terlibat dan masing masing punya tanggungjawab dan peran tersendiri. Judulny proyek kecil kecilan. Bukan hasil yang diprioritaskan tapi proses untuk melewati dan tanggungjawab yang perlu dilatih dalam menjalankannya. Banyak manfaat yang bisa dipetik dari game kedua ini. Sebagai orang tua memang harus dituntut untuk lebih kreatif punya banyak ide. Kemarin sempat kehilangan ide untuk proyek selanjutnya  ternyata setelah melihat pengalaman proyek teman yang lain wah ternyata bisa hal kecilpun bisa dijadikan proyek. Pendampingan dan...

Advertisy Intellifence for Successfull Life

Adversity Intelligence for Successful Life (AIfSL)🏵 🖌Setelah 19 tahun melewati penelitian yang panjang & mengkaji lebih dari 500 referensi, Paul G. Stoltz mengemukakan satu kecerdasan baru selain IQ, EI, SI yakni AI. *AI (Adversity Intelligence)* adalah kecerdasan untuk mengatasi kesulitan. Bagaimana mengubah hambatan menjadi peluang. AI dapat digunakan untuk menilai sejauh mana seseorang ketika menghadapi masalah rumit. Dengan kata lain AI menjadi indikator bagaimana seseorang dapat keluar dari kondisi yang penuh tantangan. *Adversity Intelligence (AI)*berarti bisa juga disebut dengan *ketahanan atau daya tahan seseorang ketika menghadapi masalah*. Stein & Book (2004) menjelaskan bahwa ketahanan adalah kemampuan untuk menghadapi peristiwa yang tidak menyenangkan dan situasi yang penuh tekanan tanpa menjadi berantakan, dengan secara aktif dan pasif mengatasi kesulitan. Ketahanan ini berkaitan dengan kemampuan untuk tetap tenang dan sabar, serta kemamp...

Fitrah Ayam ( ust.Harry Santosa)

Fitrah Ayam (Ust. Harry Santosa) Dalam sebuah peternakan ayam para ayah ayam dan para ibu ayam hanya berkumpul, bergerombol, bereproduksi dan makan bersama. Makanan disediakan, minuman disediakan oleh pemilik peternakan sepanjang mereka menurut. Mereka tidak perlu susah susah seperti ayam kampung mencari makan. Ada pos pos makan dan minum di sektar mereka, ini mirip minimarket terdekat yang menyediakan semua keperluan ternak. Agar cepat besar, makanan mereka sudah dicampur berbagai "obat kimiawi" impor. Ini mirip restaurant junk food nya manusia, yang menyediakan makanan halal namun pemicu kanker. Tidak sedikit ayam ternak ini yang mengidap kanker, mati muda dan cacat karena makanannya. Ayah ayam dan ibu ayam tidak pernah merancang misi keluarganya. Buat apa juga? Pensiun dan masa depan mereka sudah ditakar dan sudah ada formulanya. Kebanyakan mereka telah rela dipensiunkan dini untuk dibawa ke rumah pemotongan. Mereka berfikir jika hidup ikhlash dan mengalir, men"...

Family project pembuatan clay tepung

Family project hari ke duabelas Pembuatan clay tepung Agenda pembuatan clay yang tertunda. Pencarian bahan yg agak sulit seperti teres bubuk karena kebanyakan sekarang pake yang pewarna makanan cair. Untunglah masih dapet setelah muter muter warung kecil di sekitar rumah.  Teres bubuk sebagai pengganti cat acrylic. Bahan clay - tepung beras - tepung maizena -tepung tapioka - lem fox - teres bubuk -baby oil Cara pembuatan - semua tepung dicampur jadi satu - masukan lem fox perlahan lahan sambil diuleni sampe terlihat padat - kalau sudah padat campur dengan baby oil agar tidak lengket - bagi adonan menjadi beberapa bagian sesuai dengan warna yg diiginkan - adonan clay siap dibentuk -lapisi dengan lem fox agar terlihat mengkilap Untuk adegan ulen menguleni anak anak paling suka walaupun hasil akhirnya lantai menjadi aduhaiiii kotornya. Tepung kemana mana seperti tak bertuan hihihi  Mba Ghaida lebih bervariasi membuatnya Mas Ghaza ah dia memang kurang suka p...

Family project main karet gelang

Family project hari ke sebelas Kali ini simpel saja , anak anak membuat persiapan main karet sendiri. Awalnya sudah punya sebenarnya tpi setelah dicari muter muter ga ketemu jadilah rangkai lagi deh. Yuk nak back to the pass.. Dulu juga bunda main karet gelang, bedanya dulu bunda modal dikit sisanya menang karena main unclang sma cutit hihihi Kalau ini bunda sengaja beli sekarung buat persiapan main karet. Jadilah uwel uwel bkin tali karet untuk bermain lompat tali.  Semangattttt...

Family project membuat pom pom

Family project hari ke sepuluh Kali ini simpel saja proyeknya. Mbaknya yang membuat si pom pom. Kebetulan memang dia suka sekali dengan aktivitas gunting tempel dan jadilah hari ini membuat pom pom. Dan sikecil pun ikut membuat pom pom. Dan masnya asik dengan mainan legonya.  Cukup simpel peralatan yang dipake garpu gunting. Dengan bahan benang woll Proses pertama : 1. Persiapan alat dan bahan 2. Menggulung benang woll menggunakan garpu 3. Ikat gulungannya dengan kencang 4. Gunting memutar hingga membentuk bulatan Dan jadilah si pom pom.  Walaupun belum sempurna bulat hasilnya tapi lumayanlah untuk pemula. Untuk proses mengikat yang memang perlu bantuan karena memang harus kencang kl tidak kencang ikatan pom pom bisa lepas.

Family project review part 2

Review project Alhamdulillah puas rasanya ketika hasilnya tidak mengecewakan. Pagi harinya menunya tempe goreng buat sarapan. Menikmati makanan yang sebelumnya dibuat sendiri. Pagi sarapan tempe goreng siangnya masak orek tempe. Judulnya olahan tempe  Ada sedikit reward dari proyek yang sudah dijalankan sebagai apresiasi dari peran serta anak anak. Surprise juga judulnya. Soalnya anak anak tidak tau. Jajan cemilan choki choki 5biji , biskuit roma malkis abon kemasan hemat dan susu dikemas dalam bungkusan yang rapi semacam kado. Dan melihat binar mata mereka saat menerimanya bahagia rasanya. " Terimakasih anak hebat abi bunda sudah melaksanakan dua proyek berurutan dengan semangat dan antusias.  " bonus peluk cium satu satu. Dilanjutkan dengan ngobrol ringan sambil buka bugkusan. Dan bunda pun dapat bonus cium dari anak anak. " Terimakasih bunda kadonya. "  Tak terbayangkan perasaan bunda saat itu.  Full colour deh ngalahin warna pelangi.. #cmiww ...