Critanya menemukan si labu yang telah lama hilang. Lagi beres beres ketemulah dia. Lama sekali tidak diisi. Jadilah berat nya tidak bertambah.
Dan empunya meminta untuk dibelah saja. Jadilah tuh si labu dibelah. Keluarlah berbagai macam bentuk recehan dari yang 100 rupiah sampe 1000. Uang kertaspun ada tapi hanya beberapa saja.
Dengan antusias mba Ghaida selaku pemilik labu memimpin proses perhitungan. Membagi yang logam dari yang 100 500 1000.
Mas Ghaza dan ade Haura tidak ketinggalan ikut berpartisipasi. Mengelelompokan dari yang 100 500 1000.
Ade Haura menyusun uang logam menjadi bangunan katanya.
Alhamdulillah uang logam sebanyak itu senilai 65.500 😍😍
Besok nabung lagi ya biar dapat banyak, uang logam dituker dengan uang kertas dan masuk celengan lagi.
Matematika adalah salah satu pelajaran yang menurut kebanyakan orang itu sulit. Dan pada akhirnya statemen itupun turun temurun ke generasi berikutnya. Langkah awal yang harus kita lakukan untuk memutus pemikiran tersebut adalah hilangkan kata sulit dan buatlah anak anak untuk mencintai matematika. Dulupun sewaktu saya masih sekolah matematika menjadi momok yang mengerikan bikin panas dingin. Dan setelah mengikuti kelas bunsay ini jadilah tau bahwa matematika bisa dipelajari dengan cara yang menyenangkan. Matematika bukan sekedar hafal rumus, pemahaman dan ketrampilan logis lebih penting. Melalui kelas bunda sayang inilah pengenalan matematika mulai lebih itensif kepada anak anak dan dibuat menyenangkan. Bersifat santai tapi mengena. Aplikasi matematika itu ternyata bisa ditemukan setiap hari. Misalnya adalah menghitung jatah jajan anak sendiri. Jatah 4.000 rupiah hari ini sudah jajan pagi 1000 siang 2000. Jadi sisa jatah jajan berapa ? Dari kasus itu b...
Komentar
Posting Komentar