Langsung ke konten utama

Main ketapel

Lagi musim di sekitar rumah main ketapel. Alhamdulillah karena hidup di desa masih dengan sangat mudah membuat ketapel sendiri. Cukup mencari pohon tetean cari bercabang dua lalu potong , brsihkan kulitnya tinggal dipasang karet  pentil sepeda.
Untuk pelurunya pake tutup spidol yang sudah tidak terpakai. Insy aman untuk main.

Dan malam ini judul mainnya ketapel in the house. Yang awalnya cari sasaran nyari cicak. tapi ga nemu nemu. Jadilah bikin sasaran sndiri. Pake botol , ambil jarak lalu siap siap tarik ketapelnya fokus dan lepaskan....

Melatih konsentrasi juga, awalnya pada ga bisa  kena sasaran botolnya tapi lama lama bisa juga. Cukup konsentrasi fokus.
Main ketapel ini mah hampir sama kya main panah cuma ini kecil alatnya dan lebih mudah penggunaanya kalau panah kan gede dan membutuhkan ketrampilan khusus.

Jangan lupa perhatikan pelurunya mengarah kemana ya , stok peluru limited 😉
Konsentrasi Fokus Lepaskan ... jangan lupa cari lagi pelurunya jatuh dimana hehhhe

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aplikasi hari ke 7

Untuk urusan download pake aplikasi keepvid.com Bisa download dari youtub dan bagusnya lagi bisa dikonversikan menjadi mp3. Jadi sesuai dengan kebutuhan.

Math in the shop

Critanya hari ini jalan jalan ke kota ke pasar tepatnya dengan maksud mencari baju seragam untuk ponakan. Belajar matematika memang bisa dimana saja. Bisa dijalan raya , menghitung ada berapa mobil yang sedang berhenti di lampu merah, menghitung becak yang sedang parkir di sepanjang jalan. Sambil belajar dan bisa menahan mata dari rasa kantuk si kecil ^^ Setelah sampe ditoko juga media untuk belajar berhitung masih ada. Dari menghitung sarung yg di tata rapi, menghitung warna yang sama , menghitung patung. Semuanya bisa jadi media. Dan haura pun menikmatinya.  Sambil menyelam minum air , sambil berhitung sambil menghilangkan kebosanan saat menunggu berbelanja.

Aliran rasa

Kali ini saya merasa tidak full dalam menghadapi challenge ini. Kebetulan bertepatan dengan launching si kecil di perut. Yang pada awalnya sudah merencanakan dan sudah ada beberapa kegiatan yang tersimpan setelah kehadiran si kecil seperti buyar semuanya. Kegiatan tidak terkendali dan saya pun mulai disibukan dengan sikecil. Semoga challenge ke depan bisa diikuti dengan baik