Ada kardus gede bekas mesin cuci awalnya mau diungsikan dibuang karena lumayan makan tempat. Tapi ketika bocah ngeliat kardus besar sudah deh adaaa aja yang dipikirin. Jadilah rumahku istanaku. Gerah sumpek iya kalau ngeliat sekotak gitu apalagi kalau semua krucil masuk gimna ga sumpek ya. Itulah anak anak yang penting seneng aja.
Mainan boneka pindah ke rumah kardus, mainan miniatur hewan yg kecilpun ikut diboyong.
Ketika satu persatu keluar dari rumah kardus emakpun menyampaikan pesan. " Kalau sudah selesai mainan tolong dikembalikan lagi ya."
" Iya bunda... nanti ghaida masih pingin main." Baiklah , saya tinggal ke belakang. Agak lama saya balik lagi dan kardus masih ada. Sudah mau keluar tanduk aja.
Betapa terkaget kaget ternyata ada penghuninya dirumah kardus. Dan penghuninya pun sedang terlelap tidur zzzzzz 😂😂
Baiklah....
Matematika adalah salah satu pelajaran yang menurut kebanyakan orang itu sulit. Dan pada akhirnya statemen itupun turun temurun ke generasi berikutnya. Langkah awal yang harus kita lakukan untuk memutus pemikiran tersebut adalah hilangkan kata sulit dan buatlah anak anak untuk mencintai matematika. Dulupun sewaktu saya masih sekolah matematika menjadi momok yang mengerikan bikin panas dingin. Dan setelah mengikuti kelas bunsay ini jadilah tau bahwa matematika bisa dipelajari dengan cara yang menyenangkan. Matematika bukan sekedar hafal rumus, pemahaman dan ketrampilan logis lebih penting. Melalui kelas bunda sayang inilah pengenalan matematika mulai lebih itensif kepada anak anak dan dibuat menyenangkan. Bersifat santai tapi mengena. Aplikasi matematika itu ternyata bisa ditemukan setiap hari. Misalnya adalah menghitung jatah jajan anak sendiri. Jatah 4.000 rupiah hari ini sudah jajan pagi 1000 siang 2000. Jadi sisa jatah jajan berapa ? Dari kasus itu b...
Komentar
Posting Komentar