Siang terikk...
Berdua bersama sikecil ke pasar, niatnya membelikan sebuah jam tangan untuk sang kakak (mba ghaida) yang diambil dari uang jajan yang disisihkan.
Setelah dapat jamnya dilanjutkan mecari celana panjang untuk masnya. Suasana masih terkondisikan dengan baik. Sikecil mash ceria menemani.
Melihat celana panjang, keinginan haura muncul. Dia ingin juga dibelikan, dan mulailah terjadi konflik. Ingin model yg sama sedangkan ukuran tidak ada. " Oke kita coba cari yukk."
Mulailah berkelana dari satu toko ke toko yang lainnya. Dan hasilnya tidak ada. Alhasil haura diam tidak mau bersuara. Bunda berikan pilihan hanya dijawab dengan gelengan kepala. Ah... bunda belajar menyelami perasaanmu. 😢 Kita berdua duduk termenung didepan toko yg tutup. Haura masih terdiam . Bunda biarkan dahulu sambil menemaninya duduk.
Bunda teringet akan sebuah pesan kalau anak2 cepet ngambek bisa jdi bosan atau lapar. " ade bgaimna kalau kita beli baso terus minum es teh sepertinya segerr. Setelah itu baru kita cari lagi. Bagaimana ??"
Eh pdahal bundanya juga cape haus setelah muter muter 😂😂
Masih terdiam. Harus hati hati bersuara soalnya bisa ditebak kisah selanjutnya bisa tantrum dipasar. Sudah bisa dibayaangggkan bigimna kl tantrum dipasar 😷😷
Jurus terakhir. Dengan pelan dan pasti. " Haura sedih ya celana yang dicari ga ada padahal haura pingin banget " raut mukany mulai melunak, dan lama lama memerah. Dan pecahlah tangisnya. Kuraih dalam pelukan.
" Setelah kita makan baso kita cari lagi. Biar semangat nyarinya ya. Semoga di toko sana ada, kan kita belum kesana. " Haura mengangguk pelan.
Setelah makan baso dan minum es teh semangat kembali menyala, haura kembali ceria. Alhamdulillah dapat juga wlpun dpt ukuran besar.
Belajar terus untuk memahami perasaanmu nak.... 😘😘
Haura tersayang dengan penampakan foto celana yang diidamkan stelah potong sana sini lipat sana sini. Dan selanjutnya akan menjadi celana paporit ringgo ( garing diinggo ) 😂😂😂
#hari4
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
Komentar
Posting Komentar