Langsung ke konten utama

Keputusan sendiri

Hari minggu ...
Setelah kemarin sudah muter bareng anak anak bundanya minta ijin untuk mengecharge ilmu. Dan pas ijinnya sih si kecil haura dan mbaknya ghaida mau ikut  wokehlah gpp biar bunda tenang juga wlpun ada sdkit was was kalau acara belum selesai terus minta pulang 😊😊

Mendekati waktu keberangkatan sya tanyakan kepastiannya. Udah tuh mulai berubah mbaknya ga mau ikut, adenya juga ga mau ikut dg alasan sendirian ga rame. Baiklah sya kasih injuri time. Biar anak anak bisa berpikir lagi.

Satu jam berlalu kembali saya tanyakan dan jawaban masih sama. " Bener ga ada yang ikut ? " mereka semua serempak menjawab. "Baik kalau begitu, bunda berangkat ya. Mas tolong nnti adenya dijagain ya. Main bareng ya. Sabar nunggu bunda pulang. " Mbaknya yang protes "jangan lama ya nda "
Pelan dan pasti "insy kl acara sudah selesai bunda langsung pulang"

Akhirnya saya berangkat sendiri , was was juga kalau anak anak rewel dirumah. "Ah mereka sudah memutuskan sendiri. Bunda mencoba menghargai  keputusan mereka.
Bener deh berasa ada yang kurang pergi tanpa mereka. 😣😣

Waktu berasa lama bentar bentar liat jam liat hp barangkali ada panggilan untuk pulang.
Smpe acra selesai jam 2 pulang deh tuh kondisinya mendung banget. Yakin bakalan hujan gede. Inget anak2 dirumah. Pingin cepet pulang.

Hujan besar petir tak jadi halangan merintang. Bismillah aku pulang, anak anak pasti menantikanku apalgi kondisinya hujan. Kalau hujannya senengnya ngariung deket bunda.

Alhamdulillah smpe rumah wlpun bermantel tetep basah saking guedenya hujannya.
Sikecil yang langsung menghambur. "eits maaf bunda basah.. " sikecil langsung komen. bunda pake mantel dong biar g basah. " sudah nak tuh liat bunda jemur di depan. tp krna hujannya besar jd keujanan deh. " muncul protes  "bunda lama nih. " Acara selesai bunda pulang lho. nih sampe hujan hujanan" ah...senyum simpulnya manis sekali.

Selesai bebersih mulai deh semuanya nempel. Cerita maen apa aja selama ditinggal kurang lebih 4jam. Latian kemandirian buat anak anak.

#hari5
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Matematika.... asiikkk

Matematika adalah salah satu pelajaran yang menurut kebanyakan orang itu sulit. Dan pada akhirnya statemen itupun turun temurun ke generasi berikutnya. Langkah awal yang harus kita lakukan untuk memutus pemikiran tersebut adalah hilangkan kata sulit dan buatlah anak anak untuk mencintai matematika. Dulupun sewaktu saya masih sekolah matematika menjadi momok yang mengerikan bikin panas dingin. Dan setelah mengikuti kelas bunsay ini jadilah tau bahwa matematika bisa  dipelajari dengan cara yang menyenangkan. Matematika bukan sekedar hafal rumus,  pemahaman dan ketrampilan logis lebih penting. Melalui kelas bunda sayang inilah pengenalan matematika mulai lebih itensif kepada anak anak dan dibuat menyenangkan. Bersifat santai tapi mengena. Aplikasi matematika itu ternyata bisa ditemukan setiap hari.  Misalnya  adalah menghitung  jatah jajan anak sendiri. Jatah 4.000 rupiah hari ini sudah jajan pagi 1000 siang 2000. Jadi sisa jatah jajan berapa ? Dari kasus itu b...

Math in the shop

Critanya hari ini jalan jalan ke kota ke pasar tepatnya dengan maksud mencari baju seragam untuk ponakan. Belajar matematika memang bisa dimana saja. Bisa dijalan raya , menghitung ada berapa mobil yang sedang berhenti di lampu merah, menghitung becak yang sedang parkir di sepanjang jalan. Sambil belajar dan bisa menahan mata dari rasa kantuk si kecil ^^ Setelah sampe ditoko juga media untuk belajar berhitung masih ada. Dari menghitung sarung yg di tata rapi, menghitung warna yang sama , menghitung patung. Semuanya bisa jadi media. Dan haura pun menikmatinya.  Sambil menyelam minum air , sambil berhitung sambil menghilangkan kebosanan saat menunggu berbelanja.

We are here in Bandung

Pengalaman pertama menginap buat sikecil Halinka. Sangat antusias apalagi yang berhubungan dengan air. Betah bin lama di air. Bilangnya cuci tangan sambil mengusap tangannya mengisyaratkan cuci tangan tapi nongkrong di washtafel sampe basah semuanya. Kalau ga di time out bisa berjam jam nongrongin washtafel🤭🤭😅 Urusan mandi... agak kecewa karena pengatur pemanasnya  tidak berfungsi sebagaimna semestinya. Sempat pindah kamar dan ternyata sama saja. Ya sudah mungkin inilah rejekinya, nikmati saja. Dan anak anakpun mandi dengan air anget seadanya. Hari pertama stay di penginapan agendanya menunggu suami pulang 😍😍 Dan sempet riweuh karena KK asli ketinggalan dirumah padahal itu dibutuhkan untuk proses rumah. Calling sana sini alhamdulillah dengan bantuan teman bisa dikirim juga dengan layanan ONS. Berharap hari Jum'at sampai tepat waktu. Sore harinya jalan jalan liat rumah. Dan wow...amajing banget jalan menuju ke rumah seperti ke puncak, daerah Cibiru. Tapi pemandangannya m...