Langsung ke konten utama

Surat cinta untukmu lelakiku

Alhamdulillah sampe juga pada NHW part 3. Dan NHW kali ini benar benar menguras pikiran dan perasaan. Gimana engga menguras  pikiran ketika saya harus menapak tilas kejadian yang sudah 8 tahun lebih  terlewati, bagaimana tidak menguras perasaan ketika saya harus mengingat bahagia sedih tertatih dan perasaan yang beraneka warna selama mengarungi bahtera bersamanya, lelaki yang kucintai , lelaki yang menjadi imamku, abi dari anak anak hebatku.

Let's start.....

Suamiku……
Saat melihatmu pertamakali ah… rasanya baru kemarin. kau terlihat begitu istimewa dengan senyum yang terbatas, dengan canda yang terbatas dan pandangan yang terbatas
Cukup melihat dari jauh sudah membuat jantungku berhenti berdetak, waktu terasa berhenti

Saat itu … saat yang teringat selalu
Saat itu secara tidak sengaja aku menjadi makmum disalah satu sholat dimana   kau menjadi imamnya, yah di mushola kampus itu. Dan terucap lirih dalam sujudku “ Ya Allah jika memang benar seseorang yang menjadi imam dalam sholatku malam ini memang akan menjadi imam dalam hidupku aku mohon dekatkanlah permudahlah jika memang bukan maka jauhkanlah.
Segala puji bagi Alloh, semua dimudahkan

Suamiku…
Tidak mudah mengenalmu tapi bukan berarti akan sulit melaluinya . Segala perbedaan terkadang membuatku merasa tertatih terseok dan akupun harus segera mencari pegangan. Terapi kejut pacaran setelah menikah memang sangat luar biasa.
Satu tahun dua taun tiga tahun  terlewati meninggalkan banyak tanya, kerikil kerikil tajam bahkan batu besarpun  sempat membuatku berhenti sejenak. Usia yang masih sangat muda untuk mengenalmu. Dalam sujudku yang panjang terus kulakukan tiada henti. Meminta kepada Maha yang membolak balikan hati. Dan menguatkan hati yang masih begitu mudah untuk terluka dan tersakiti. Menangis ketika tidak dimengerti, marah ketika diacuhkan. Memeluk bantal guling dan terisak itulah yang sering kulakukan ketika itu. Mencoba terus untuk memahami dan berakhir dengan tangisan yang panjang disela tidurku.

Suamiku….
Empat taun lima tahun bersamamu sepertinya mulai mengerti , mulai menyamakan langkah. Dan hati inipun sudah mulai kokoh kuat untuk menerima segala perbedaan. Menyemangati sendiri untuk tetap tersenyum. Kembali mengingat doa yang kupanjatkan saat itu. Alloh mentakdirkan kau untuk disampingku pasti ada tujuan dan maksud yang tersirat didalamnya. Dan akupun mulai untuk mengikhlas kan segala perbedaan segala kekurangan yang ada padamu.  Mengungkit kekuranganmu tidak akan merubah keadaan..Dan yah memang tidak ada yang sempurna di dunia ini.  Dan kembali melihat dirimu yang tidak pernah mengeluhkan sikapku. Aku yang selalu to the point, aku yang selalu sensitif, aku yang selalu panjang dan lebar dalam berkata kata….

Suamiku...
Enam tahun tujuh tahun dan tahun ini yang ke delapan.
Surat cinta yang selalu kukirimkan tiap tahunnya di hari bersejarah itupun sudah mulai berubah. Dari yang berawal dari permintaan menjadi sebuah penerimaan . Menerima kau apa adanya seperti kau menerimaku apa adanya. Aku menyebutnya pendewasaan cinta, mengartikan arti cinta  sepenuhnya dan seutuhnya
Hal hal yang romantis yang ku ajukan padamupun berbalik kini. Aku juga tak tau mengapa , ini mengalir begitu saja dan aku sangat bahagia melihatmu tersenyum . Ah senyumu mengalihkan duniaku….

Pernah suatu ketika….
Aku mengirimkan lagu  sweet memories dan ku kirimkan beserta liriknya dan kunyanyikan sebait dua bait berharap kau mengerti tapi ahh… itulah dirimu. Hanya tersenyum dan bertanya “emm artinya apa say.” Aura romantis yang dibuat pun gagal total ๐Ÿ˜ฅ๐Ÿ˜ฅ

Ingatkah sayang saat itu pingin sekali dibelikan bunga sebagai surprise tapi setelah dipancing tetap saja tidak ngeh ya sudah akhirnya akupun mengalah . Akulah sendiri yang meminta dibelikan buket bunga yang besar dan minta dibuatkan puisi romantis. Kudapatkan buket bunga itu dan sebaris puisi romantis yang cukup singkat dan jelas. “ untukmu kupu kupu manisku lov u…” Dan cukup membuatku tersenyum tiada henti mengingatnya.

Dan coklat juga, aku sangat suka coklat tapi entah kenapa dirimu masih diam saja ketika mulai aku pancing. Pada akhirnya aku  sendiri yang memintanya dan request pake bungkus lope lope. Kali ini tanpa minta puisi. Cukup bungkus lope lope mewakilinya.  Aku bahagia sangat bahagia..

Memang benar bahagia itu dicari bukan untuk ditunggu.
Saat impianku memiliki suami yang romantis tidak terpenuhi  maka akulah yang akan menjadi istri yang paling romantis untukmu.
Saat aku mendambakan suami yang perhatian maka akulah  yang akan  mnjadi orang yg selalu memperhatikanmu setiap waktu
Itulah caraku mencintaimu

Suamiku…
Memamg benar waktu yang akan mengajarkan kita untuk lebih memahami lebih mnerima lebih meyakini akan alasan mengapa Alloh menyatukan kita yang banyak perbedaany, Kita akan saling melengkapi satu sama lain. Kita akan saling belajar memahami mengerti.  Jarak yang telah membesarkan rindu , menguatkan cinta. Walaupun terpisahkan jarak dan waktu tapi kita masih berdiri di bumi yang sama langit yang sama dan tentunya rindu dan cinta yang sama bukan ??
 
Suamiku…
Menualah bersamaku hingga ujung waktu sampai kita dipertemukan lagi di syurgaNya yang abadi. Ketika itu aku hanya ingin menjadi bidadarimu. Jadi tuntunlah aku untuk menjadi bidadarimu di syurga. Tegurlah bila aku salah, luruskan jalan jika aku tersesat. Karena aku yakin engkaulah imam yang diciptakan Allah untuk membersamaiku di dunia

Suamiku….
Terimakasih telah menjadi abi yang hebat untuk anak anak...
Terimakasih telah sabar membersamaiku selama ini.  
Terimakasih untuk cinta yang tak terbatas dan rindu yang tak terhitung

Dari wanita  yang sangat bahagia memilikimu….
๐Ÿ˜๐Ÿ˜ Bunda ๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aplikasi hari ke 7

Untuk urusan download pake aplikasi keepvid.com Bisa download dari youtub dan bagusnya lagi bisa dikonversikan menjadi mp3. Jadi sesuai dengan kebutuhan.

Math in the shop

Critanya hari ini jalan jalan ke kota ke pasar tepatnya dengan maksud mencari baju seragam untuk ponakan. Belajar matematika memang bisa dimana saja. Bisa dijalan raya , menghitung ada berapa mobil yang sedang berhenti di lampu merah, menghitung becak yang sedang parkir di sepanjang jalan. Sambil belajar dan bisa menahan mata dari rasa kantuk si kecil ^^ Setelah sampe ditoko juga media untuk belajar berhitung masih ada. Dari menghitung sarung yg di tata rapi, menghitung warna yang sama , menghitung patung. Semuanya bisa jadi media. Dan haura pun menikmatinya.  Sambil menyelam minum air , sambil berhitung sambil menghilangkan kebosanan saat menunggu berbelanja.

Aliran rasa

Kali ini saya merasa tidak full dalam menghadapi challenge ini. Kebetulan bertepatan dengan launching si kecil di perut. Yang pada awalnya sudah merencanakan dan sudah ada beberapa kegiatan yang tersimpan setelah kehadiran si kecil seperti buyar semuanya. Kegiatan tidak terkendali dan saya pun mulai disibukan dengan sikecil. Semoga challenge ke depan bisa diikuti dengan baik