Langsung ke konten utama

Belajar menerima konsekuensi

Ah.. begitulah namanya anak anak. Apa saja bisa dibuat mainan. Seperti sore ini ketika hujan diluar dan kondisi mati lampu pula mereka asik bereksplorasi.

Judulnya perosotan 😂😂😂
Padahal kasur baru saja dijemur, baru dicuci sarungnya pula weslah jadi korban eksplorasi perosotan.

Melihat tawa ceria mereka luluh juga. " Ya sudah boleh, nnti tolong di kembalikan ke posisi semula ya. Hati hati mainnya, kl main perosotan konsekuensinya tabrakan. Liat sebelahnya kl mau merosot. "
Menjawab serempak dan main lagi.

Dan memang betul apa yg saya perkirakan, bberapa menit kemudian ada yang melapor. " Bunda kepalaku kena ade nih "  Ada yang menyanggah. Mulai deh.
" Dari awal bunda sdah bilang kl main perosotan begini konsekuensinya ya tabrakan. Bagaimna masih ingin main atau udahan ? "
Dan tak lama mereka main lagi ☺☺☺

Setiap apa yang kita lakukan pasti ada  konsekuensinya dan ketika kita memutuskan sesuatu harus terima konsekuensinya baik itu baik ataupun buruk

Hari ini belajar menerima konsekuensi. Masih harus banyak belajar bersama anak anak tentang konsekuensi apalgi si kecil.

#hari8
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aplikasi hari ke 7

Untuk urusan download pake aplikasi keepvid.com Bisa download dari youtub dan bagusnya lagi bisa dikonversikan menjadi mp3. Jadi sesuai dengan kebutuhan.

Math in the shop

Critanya hari ini jalan jalan ke kota ke pasar tepatnya dengan maksud mencari baju seragam untuk ponakan. Belajar matematika memang bisa dimana saja. Bisa dijalan raya , menghitung ada berapa mobil yang sedang berhenti di lampu merah, menghitung becak yang sedang parkir di sepanjang jalan. Sambil belajar dan bisa menahan mata dari rasa kantuk si kecil ^^ Setelah sampe ditoko juga media untuk belajar berhitung masih ada. Dari menghitung sarung yg di tata rapi, menghitung warna yang sama , menghitung patung. Semuanya bisa jadi media. Dan haura pun menikmatinya.  Sambil menyelam minum air , sambil berhitung sambil menghilangkan kebosanan saat menunggu berbelanja.

Aliran rasa

Kali ini saya merasa tidak full dalam menghadapi challenge ini. Kebetulan bertepatan dengan launching si kecil di perut. Yang pada awalnya sudah merencanakan dan sudah ada beberapa kegiatan yang tersimpan setelah kehadiran si kecil seperti buyar semuanya. Kegiatan tidak terkendali dan saya pun mulai disibukan dengan sikecil. Semoga challenge ke depan bisa diikuti dengan baik