Langsung ke konten utama

Family project pembuatan tempe part 2

Setelah direndam semalaman selanjutnya pembuangan kulit ari. Mba Ghaida dan ade Haura sangat antusias. Kedelai diremas remas biar kulit arinya mudah terlepas. Kemudian dialiri air pancuran untuk membersihkan pada tahap akhir.

Setelah bersih kedelai dikukus sampai matang. Ini tugas emak yang berhubungan dengan per komporan hehhehehe.. Kurang lebih selama 15 menit matang, kedelai diangkat  biarkan menjadi dingin. Setelah benar benar dingin baru dicampur dengan ragi tempe. Aduk dengan rata.

Next... pembungkusan.
Seru nih pas bagian pembungkusan. Belajar lipat melipat daun. Daun dijemur agar tidak mudah sobek dan dibersihkan dulu dengan lap sebelum dipakai.
Dengan daun lebih banyak tantangannya dibanding dengan plastik. Membutuhkan keseriusan lebih #☺☺☺.
Untuk pembungkusan dengan plastik ada proses pemberian lubang dengan ditusuk untuk memberikan rongga. 

Proses ini yang excited banget buat anak anak, sampe harus dibagi jatahnya membungkus berapa biji. Dan ketika habis komen si ade . " bunda mau bungkus lagi.." Waduh mau bungkus apa lagi coba #
Setelah semua dibungkus siap disimpan.
Tunggu 2 smpe 3 hari sampai tempe matang dan siap diolah.
" Berdoa ya nak semoga tempenya jadi... "


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aplikasi hari ke 7

Untuk urusan download pake aplikasi keepvid.com Bisa download dari youtub dan bagusnya lagi bisa dikonversikan menjadi mp3. Jadi sesuai dengan kebutuhan.

Math in the shop

Critanya hari ini jalan jalan ke kota ke pasar tepatnya dengan maksud mencari baju seragam untuk ponakan. Belajar matematika memang bisa dimana saja. Bisa dijalan raya , menghitung ada berapa mobil yang sedang berhenti di lampu merah, menghitung becak yang sedang parkir di sepanjang jalan. Sambil belajar dan bisa menahan mata dari rasa kantuk si kecil ^^ Setelah sampe ditoko juga media untuk belajar berhitung masih ada. Dari menghitung sarung yg di tata rapi, menghitung warna yang sama , menghitung patung. Semuanya bisa jadi media. Dan haura pun menikmatinya.  Sambil menyelam minum air , sambil berhitung sambil menghilangkan kebosanan saat menunggu berbelanja.

Aliran rasa

Kali ini saya merasa tidak full dalam menghadapi challenge ini. Kebetulan bertepatan dengan launching si kecil di perut. Yang pada awalnya sudah merencanakan dan sudah ada beberapa kegiatan yang tersimpan setelah kehadiran si kecil seperti buyar semuanya. Kegiatan tidak terkendali dan saya pun mulai disibukan dengan sikecil. Semoga challenge ke depan bisa diikuti dengan baik