Langsung ke konten utama

Camping day at jetis, cilacap

Anak anak mengikuti kegiatan camping di daerah pantai jetis cilacap.
Akan banyak pengalaman baru yang akan mereka dapatkan.
Melatih kemandirian dan keberanian mereka tentunya. Apalgi mas ghaza yang mudah takut dalam gelap dan sepi. Kalau dirumah biasanya kl ke dapur saja minta ditemani  Ini juga menjadi salah satu pe er penting buat saya untuk meghadirkan rasa keberaniannya.

Camping ini bukan pertama kalinya mereka ikut. Hanya untuk kali ini lokasinya berbeda yaitu di pantai. Tentunya akan menjadi pengalaman yang sangat berharga dan sesuatu yang baru.
Mereka belajar untuk mengikuti aturan camping yang ada, makan seadanya bersyukur atas nikmat yang diberikan sehingga bisa makan, sholat tepat waktu, kerjasama , berbagi makanan dll.
Kegiatannya pun seru ada outbond, memanen sayur terong, jelajah pantai, berkunjung ke penangkaran udang, games di tepi pantai.  Dan bisa dibayangkan oleh oleh darisana, pasir dilaut bisa pindah ke kamar mandi 

Emak siaga satu, usruk usruk tiada henti bilas sana sini demi si pasir yang enggan berlari.. #cmiwww  
Sepulang dari camping ceritapun mengalir dan mereka sangat fun dan menikmati. Ada beberapa keluhan yang saya anggap normal seperti tidak bisa tidur karena tidak memeluk bantal guling, tidurnya yg ga empuk,  yang makan dengan menu seadanya, tidur hanya beberapa jam saja. Dan sayapun hanya senyam senyum mendengar obrolan mereka.

Nak.. dari campinglah kita belajar untuk survive. Kita bisa hidup dalam kondisi apapun dan dimanapun. Belajar mandiri dan tentunya bonus menikmati hidangan alam dari Alloh berupa keindahan pantai, semilirnya angin laut dan hangatnya pasir di pantai 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aplikasi hari ke 7

Untuk urusan download pake aplikasi keepvid.com Bisa download dari youtub dan bagusnya lagi bisa dikonversikan menjadi mp3. Jadi sesuai dengan kebutuhan.

Math in the shop

Critanya hari ini jalan jalan ke kota ke pasar tepatnya dengan maksud mencari baju seragam untuk ponakan. Belajar matematika memang bisa dimana saja. Bisa dijalan raya , menghitung ada berapa mobil yang sedang berhenti di lampu merah, menghitung becak yang sedang parkir di sepanjang jalan. Sambil belajar dan bisa menahan mata dari rasa kantuk si kecil ^^ Setelah sampe ditoko juga media untuk belajar berhitung masih ada. Dari menghitung sarung yg di tata rapi, menghitung warna yang sama , menghitung patung. Semuanya bisa jadi media. Dan haura pun menikmatinya.  Sambil menyelam minum air , sambil berhitung sambil menghilangkan kebosanan saat menunggu berbelanja.

Aliran rasa

Kali ini saya merasa tidak full dalam menghadapi challenge ini. Kebetulan bertepatan dengan launching si kecil di perut. Yang pada awalnya sudah merencanakan dan sudah ada beberapa kegiatan yang tersimpan setelah kehadiran si kecil seperti buyar semuanya. Kegiatan tidak terkendali dan saya pun mulai disibukan dengan sikecil. Semoga challenge ke depan bisa diikuti dengan baik