Langsung ke konten utama

Kapsul Waktu

Kapsul waktu ...
Yang terjadi kala karena ketidak tahuan

Saat  usia 5 tahun, sekelompok anak tetangga main ke rumah. Mereka mengajak si anak menuju ke area belakang rumah, ​menyuruhnya membuka celana dalam,  dan berbalik menghadap tembok.
Diapun menurut.

Apa yang terjadi?
Apa yang tidak diketahuinya saat itu ? 

Yang terjadi...
Anak itu menurut tidak takut sama sekali dan menganggap hal itu seperti permainan biasa. Karena lokasi main ada di area rumah si anak. Dan saat itu semua tertawa seperti anak anak yang sedang main pada umumnya. Orangtua hanya berjarak sekian meter tapi terhalang pandangan karena anak anak berkelompik membentuk barikade.

Apa yang tidak diketahuinya ???
Apa yang tidak boleh dilihat dan apa yang tidak   boleh dipegang
Sikap asertif (berani say no) yamg saat itu belum muncul mungkin  dikarenakan saat itu usia si anak paling kecil diantara yang lainnya.

Belasan tahun bungkam karena tidak tau ada yang  salah dengan pengalaman itu,  tidak paham tentang aurat.  Mungkin lebih tepatnya bukan bungkam,  tapi tidak sadar.

Apa pesan utama dari kejadian tersebut yg perlu kita tangkap, sebagai org tua ?
Ajarkan aurat , mana yang tidak boleh dipegang dan  dilihat, tegas dan berani untuk menolak , kalau dipaksa teriak cari  bantuan orang dewasa disekitar kita.

Kejadian saat si anak usia 5 tahun. Kadang ada yang  merasa tidak masalah anak umur segitu belum tau tentang  aurat, tapi begitulah mungkin salah satu efek sampingnya.

Masih terkait dengan ini tadi, lalu kira2 bagian mana saja yang dikenalkan sebagai aurat, yang tidak boleh dilihat/dipegang ?

Yang tidak boleh disentuh oleh org lain adalah area yang tertutup baju dalam yaitu bahu sampai lutut.

Ajarkan kepada anak anak sedini mungkin agar terhindar dari pelecehan seksual.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aplikasi hari ke 7

Untuk urusan download pake aplikasi keepvid.com Bisa download dari youtub dan bagusnya lagi bisa dikonversikan menjadi mp3. Jadi sesuai dengan kebutuhan.

Math in the shop

Critanya hari ini jalan jalan ke kota ke pasar tepatnya dengan maksud mencari baju seragam untuk ponakan. Belajar matematika memang bisa dimana saja. Bisa dijalan raya , menghitung ada berapa mobil yang sedang berhenti di lampu merah, menghitung becak yang sedang parkir di sepanjang jalan. Sambil belajar dan bisa menahan mata dari rasa kantuk si kecil ^^ Setelah sampe ditoko juga media untuk belajar berhitung masih ada. Dari menghitung sarung yg di tata rapi, menghitung warna yang sama , menghitung patung. Semuanya bisa jadi media. Dan haura pun menikmatinya.  Sambil menyelam minum air , sambil berhitung sambil menghilangkan kebosanan saat menunggu berbelanja.

Aliran rasa

Kali ini saya merasa tidak full dalam menghadapi challenge ini. Kebetulan bertepatan dengan launching si kecil di perut. Yang pada awalnya sudah merencanakan dan sudah ada beberapa kegiatan yang tersimpan setelah kehadiran si kecil seperti buyar semuanya. Kegiatan tidak terkendali dan saya pun mulai disibukan dengan sikecil. Semoga challenge ke depan bisa diikuti dengan baik