Langsung ke konten utama

Menghadapi tayangan yang tidak sesuai

Saat  ini banyak sekali tayangan yang mengandung pornoaksi. Baik dari televisi , majalah atau internet . Dari  televisi kita bisa melihat ada tontonan sinetron yang banyak bercerita entang percintaan dua pasangan muda mudi. Adegan adegan dewasa sudah mulai bermunculan. Dengan mudahnya anak anak akan mengikuti gaya yang diperlihatkan.
Dari majalah  juga seperti itu banyak majalah majalah dewasa yang berisi konten untuk dewasa yang beredar bebas dilapangan. Akan dengan sangat mudah untuk mendapatkannya.
Belum lagi dari internet yang semuanya ada , kita bisa menemukan konten konten dewasa bersliweran tiap harinya.

Bagaimana kah kita menyikapinya ?

✅ Jelaskan kepada anak anak mana yang harus ditonton oleh anak anak dan mana yang tidak boleh dan jelaskan juga alasannya
✅ Bangun bonding antara orangtua
✅ Jadilah partner anak anak , sehingga mereka bisa terbuka kepada kita.

Jadi orangtua harus  siap menjelaskan dari awal  kalau nanti sudah mendekati pubertas,  ada kegiatan berkelompok,  dan kemungkinan minim pengawasan orangtua, jaga diri dari melihat yg tidak perlu dilihat,  krn semua itu terlihat menyenangkan tp tidak nyata,  dan mungkin bisa merusak keindahan pernikahan atau malah jd ketularan perilaku menyimpang, saking bosannya melihat.

Dari panduan akaba, pendidikan fitrah seksualitas tidak bisa berdiri sendiri harus beriringan dengan fitrah keimanan. 

Tantangan anak masa kini lebih cepat,  kalau kita tidak menjelaskan dengan benar maka anak anak akan mencari sumber  lain yang lebih memuaskan rasa ingin taunya.
Ada peringatan bagi ortu utk segera membekali anak ttg hal hal 'istimewa'  yg akan dihadapi saat menikah, dan keistimewaan ini akan terkikis bila mereka mengakses informasi dari sumber yg salah. Bila anak tidak dibekali pemahaman ini,  efeknya bisa panjang,  anak menjadi tidak siap untuk bertumbuh dewasa,  atau malah semakin giat mencari info dari sumber yang  salah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aplikasi hari ke 7

Untuk urusan download pake aplikasi keepvid.com Bisa download dari youtub dan bagusnya lagi bisa dikonversikan menjadi mp3. Jadi sesuai dengan kebutuhan.

Math in the shop

Critanya hari ini jalan jalan ke kota ke pasar tepatnya dengan maksud mencari baju seragam untuk ponakan. Belajar matematika memang bisa dimana saja. Bisa dijalan raya , menghitung ada berapa mobil yang sedang berhenti di lampu merah, menghitung becak yang sedang parkir di sepanjang jalan. Sambil belajar dan bisa menahan mata dari rasa kantuk si kecil ^^ Setelah sampe ditoko juga media untuk belajar berhitung masih ada. Dari menghitung sarung yg di tata rapi, menghitung warna yang sama , menghitung patung. Semuanya bisa jadi media. Dan haura pun menikmatinya.  Sambil menyelam minum air , sambil berhitung sambil menghilangkan kebosanan saat menunggu berbelanja.

Aliran rasa

Kali ini saya merasa tidak full dalam menghadapi challenge ini. Kebetulan bertepatan dengan launching si kecil di perut. Yang pada awalnya sudah merencanakan dan sudah ada beberapa kegiatan yang tersimpan setelah kehadiran si kecil seperti buyar semuanya. Kegiatan tidak terkendali dan saya pun mulai disibukan dengan sikecil. Semoga challenge ke depan bisa diikuti dengan baik