Langsung ke konten utama

Pentingnya membangkitkan fitrah seksualitas anak

Fitrah seksualitas adalah cara seseorang berfikir merasakan dan mengekspresikan dirinya sesuai dengan fitrahnya sebagai perempuam sejati atau laki laki sejati sehingga bisa menjalankan perannya dengan baik dan benar.

Akhir akhir ini banyak terjadi penyimpangan penyimpangan yang terjadi terkait gender. Istilah gender familiar  sekitar tahun 2000an. Istilah ini  dikenalkan oleh sebuah komunitas penggiat isu gender .  Dan anehnya seolah olah  pembagian gender ini sering diartikan dan berjalan bablas. Bahkan timpang. Misal tentang emansipasi wanita yg sering diplintir bahkan tak jarang menggiring kepada tujuan yg seolah bertentangan dg fitrah. 

Dan pada  akhirnya gender pada kenyataannya  jadi tidak sinkron dg maknanya.

Gender adalah pembagian peran kedudukan dan tugas  antara laki laki dan perempuan yang ditetapkan oleh  masyarakat yang sesuai dengan norma dan adat istiadat,  kepercayaan dan kebiasaan masyarakat.

Dari sini kita bisa mengambil kesimpulan:
♡ Gender berbeda dengan jenis kelamin.
♡ Gender berbeda di tiap tempat, karena tergantung adat dan kebiasaan di tempat tersebut.

Dari makna nya gender dan emansipasi adalah dua hal yang sangat berbeda, tetapi pada faktanya saat ini makna dari kedua kata tersebut banyak disalah artikan oleh orang-orang sehingga timbul kesan negatif dengan kata gender dan emansipasi tersebut.

Dalam prakteknya area cakupan gender perempuan lebih luas daripada laki-laki, ketika melihat fenomena di lingkungan sekitar ketika anak perempuan bermain menggunakan permainan laki-laki, semisal mobil-mobilan, dirasa fine, sementara ketika laki-laki bermain boneka cenderung tidak membolehkan. Pun demikian tentang pemilihan warna, anak perempuan sah2 saja memakai warna apapun, sementara anak laki2 ketika memakai warna pink cenderung dianggap tidak wajar.

Lalu, bagaimana sebaiknya pengenalan gender ini pada anak-anak ?

Pengenalan gender kepada anak-anak sudah harus dimulai sejak usia dini sejak umur 15 bulan anak-anak sudah di beri tahu bahwa laki-laki dan perempuan itu berbeda, nah untuk saat ini stigma yang terbentuk yang berasal dari kita orangtua bahwa ketika seorang anak cowok menggunakan warna Pink dan itu mereka sebut feminim jadi disini lebih cenderung kepada orangtua yang memberikan stigma ketika anak cowok menggunakan warna Pink maka seperti banci sehingga si anak akan berpikiran bahwa yang pakai pink ya banci.

 Walaupun orangtuanya  tidak menanamkan stigma bisa jadi dari  lingkungan kluarga lain, tetangga dan tmn2nya sering kali membentuk stereotip itu.
Lagi dan lagi peran orang tua untuk mengkondisikan, filtering,  menstabilisasi oleh oleh ananda saat kembali kerumah. Juga bahu membahu tetap mensterilkan rumah.

Apakah perbedaan antara sex , seksual , seksual dan gender ?

Perbedaannya  bisa dilihat dari kata  sifatnya :
 Sex: kata benda (jenis kelamin) dan kata kerja (sex)
Seksual: kata sifat
Seksualitas: perilaku
Gender: jenis kelamin (sifat yg membedakan antara laki2 dan perempuan)

Seks itu secara biologis. Gender secara sosio kultural terutama terkait peran seseorang yg disesuaikan dg jenis kelaminnya (seks). Seksualitas ini lebih luas lagi, sosio cultural juga biologis.
Satu dengan  yang  lainnya  saling berhubungan.

Mengenalkan nama alat kelamin pada anak anak bisa  dikenalkan saat anak berusia 6tahun. Penyebutan bagian alat kelamin harus sesuai dengan nama yang sebenarnya / nama ilmiah sepertia dia mengenal organ lain seperti jantung. Dan sampaikan juga bahwa sebutan itu tidak umum dibawa dalam percakapan di ruang publik? Jadi kalo semisal alat kelaminnya gatal,  atau ada yg sakit di bagian itu,  bisa bilang,  bu,  ada yg ga nyaman ini di bagian dalam.

Perlu digarisbawahi bahwa  :
- Anak perlu tau fitrah gender dan seksualitas
- Anak perlu tau nama organ genital, fungsi dan cara merawatnya
- Jika anak bertanya mengenai seks maka kita perlu menjawabnya secara "biasa" dan secara ilmiah. Bukan hal yang tabu.
contoh pengenalan organ genital: "Itu organ kemaluan adik, namanya penis/vagina. Itu termasuk aurat."
Jadi saat sehari-hari anak tau jika kita hanya menyebut, "adik.. auratnya harus tertutup.."
- Hindari penggunaan istilah burung, alat, batang, wadah
- Jangan biarkan anak tau infonya dari yang lain luar rumah atau luar sekolah

Menumbuhkan fitrah seksualitas anak bisa dilakukan dengan pendekatan keluarga,  dengan kehadiran dan kedekatan anak secara utuh dan seimbang dengan ayah dan ibunya


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Matematika.... asiikkk

Matematika adalah salah satu pelajaran yang menurut kebanyakan orang itu sulit. Dan pada akhirnya statemen itupun turun temurun ke generasi berikutnya. Langkah awal yang harus kita lakukan untuk memutus pemikiran tersebut adalah hilangkan kata sulit dan buatlah anak anak untuk mencintai matematika. Dulupun sewaktu saya masih sekolah matematika menjadi momok yang mengerikan bikin panas dingin. Dan setelah mengikuti kelas bunsay ini jadilah tau bahwa matematika bisa  dipelajari dengan cara yang menyenangkan. Matematika bukan sekedar hafal rumus,  pemahaman dan ketrampilan logis lebih penting. Melalui kelas bunda sayang inilah pengenalan matematika mulai lebih itensif kepada anak anak dan dibuat menyenangkan. Bersifat santai tapi mengena. Aplikasi matematika itu ternyata bisa ditemukan setiap hari.  Misalnya  adalah menghitung  jatah jajan anak sendiri. Jatah 4.000 rupiah hari ini sudah jajan pagi 1000 siang 2000. Jadi sisa jatah jajan berapa ? Dari kasus itu b...

Math in the shop

Critanya hari ini jalan jalan ke kota ke pasar tepatnya dengan maksud mencari baju seragam untuk ponakan. Belajar matematika memang bisa dimana saja. Bisa dijalan raya , menghitung ada berapa mobil yang sedang berhenti di lampu merah, menghitung becak yang sedang parkir di sepanjang jalan. Sambil belajar dan bisa menahan mata dari rasa kantuk si kecil ^^ Setelah sampe ditoko juga media untuk belajar berhitung masih ada. Dari menghitung sarung yg di tata rapi, menghitung warna yang sama , menghitung patung. Semuanya bisa jadi media. Dan haura pun menikmatinya.  Sambil menyelam minum air , sambil berhitung sambil menghilangkan kebosanan saat menunggu berbelanja.

We are here in Bandung

Pengalaman pertama menginap buat sikecil Halinka. Sangat antusias apalagi yang berhubungan dengan air. Betah bin lama di air. Bilangnya cuci tangan sambil mengusap tangannya mengisyaratkan cuci tangan tapi nongkrong di washtafel sampe basah semuanya. Kalau ga di time out bisa berjam jam nongrongin washtafel🤭🤭😅 Urusan mandi... agak kecewa karena pengatur pemanasnya  tidak berfungsi sebagaimna semestinya. Sempat pindah kamar dan ternyata sama saja. Ya sudah mungkin inilah rejekinya, nikmati saja. Dan anak anakpun mandi dengan air anget seadanya. Hari pertama stay di penginapan agendanya menunggu suami pulang 😍😍 Dan sempet riweuh karena KK asli ketinggalan dirumah padahal itu dibutuhkan untuk proses rumah. Calling sana sini alhamdulillah dengan bantuan teman bisa dikirim juga dengan layanan ONS. Berharap hari Jum'at sampai tepat waktu. Sore harinya jalan jalan liat rumah. Dan wow...amajing banget jalan menuju ke rumah seperti ke puncak, daerah Cibiru. Tapi pemandangannya m...