Langsung ke konten utama

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak

Bismillaahirrahmanirrahiim..

Dalam menumbuhkan fitrah seksualitas pada anak proses yang harus dilakukan adalah :
📌 Menyiapkan orangtua menjalankan pola asuh yang menjaga keseimbangan peran dan kehadiran sosok ayah dan ibu.
📌Menjalankan tahapan-tahapan pengasuhan sesuai usia anak:
👶🏻 Usia 0-3 tahun   : anak laki-laki dan perempuan dekat dengan ibu.
👧🏻 Usia 3-7 tahun   : anak laki-laki dan perempuan dekat dengan ibu dan ayah.
👦🏻Usia 7-10 tahun : anak laki-laki dekat dengan ayah, sedangkan anak perempuan dekat dengan ibu.
👦👧Usia 10-14 (aqil baligh) : anak laki-laki dekat dengan ibu, sedangkan anak perempuan dekat dengan ayah.

Anak-anak dari single parents harus mendapatkan perhatian dari keluarga besar agar tetap mendapatkan teladan sosok ayah dan ibu yang berperan dan berfungsi secara seimbang.

Dalam menjalankan peran  sebagai penjaga fitrah seksualitas anak, kita menghadapi tantangan serius terkait massive-nya kampanye gerakan kaum “pelangi”.

Penyebabnya adalah...
⭐Kurangnya penanaman agama.
⭐ Krisis identitas.
⭐ Pergaulan/lingkungan.
⭐ Pengaruh budaya asing
⭐ Paparan media, pornografi.
⭐ Trauma seksual.
⭐ Kemiskinan dan tingkat pendidikan.

Maka kita karus memperkuat keluarga dan merapatkan barisan komunitas untuk menangkal pengaruh buruk gerakan ini dalam merusak tatanan hidup dan peradaban manusia.

Sangat jelas bahwa akal sehat, hati nurani, adal-istiadat, syariah, dan sains menolak bahwa homoseksualitas (dan perilaku menyimpang seksual lainnya) adalah bawaan lahir yang tidak dapat dibenahi.

Homoseksualitas adalah penyakit kejiwaan akibat salah asuh, salah gaya hidup, salah pergaulan atau salah budaya.
Homoseksualitas menular dan merusak kemanusiaan.
Perilakunya diharamkan dan pelakunya harus ditolong untuk segera disembuhkan. Jika tidak disembuhkan, mereka akan menularkan perilakunya.

Kita harus awas dan aware memperhatikan anggota keluarga, kerabat, tetangga maupun teman yang berperilaku seksual menyimpang.
Jika mampu kita bantu mereka menyembuhkan dirinya, bisa melalui lembaga-lembaga rehabilitasi seperti Yayasan Peduli Sahabat (YPS). Jika kita tidak mampu, maka alternatifnya adalah pindah tempat tinggal.

Jika kita saat ini berada di lingkungan yang baik, alhamdulillah...itu rizki yang luarbiasa dari Allah

Namun jika ada diantara kita yang harus tinggal di lingkungan yang kurang ramah, biarkan anak di dalam rumah...bermain bersama orangtuanya...karena anak usia balita belum butuh teman bermain, mereka belum bisa bermain bersama hanya sebatas  bersama main saja ( Ibu Sarra Risman )

Tentang teman buat anak anak kita, carikan anak kita teman main yang orangtuanya sevisi dengan kita .Karena tetap ada pengaruh teman dan lingkungan kepada anak anak kita
Dari rumah kita kuatkan pondasi anak anak kita agar mereka memiliki proteksi diri yang kuat jika berada di lingkungan yang kurang bersahabat. ( Ust.Cahyadi )

Yang harus kita lakukan sebagai orangtua :
☆ Orangtua harus waspada, tau siapa teman main anak, aware jika body language anak berubah
☆ Daripada main diluar ga jelas dengan siapa mending main di rumah, walo rumah berantakan gapapa
☆ Mendampingi anak untuk nonton, main game bareng sehingga anak terbuka ke ortu dan kalau ada apa2 bisa diketahui dengan cepat
☆ Dekat ke anak sehingga bisa memberi pengertian yang benar
☆ Dan pastinya berdoa kuat2 tiap saat karena Allah adalah sebaik2 pelindung

"Sesungguhnya peradaban manusia yang baik dibangun dari keluarga yang baik dengan anak-anak baik yang dilahirkan dari pasangan tak sejenis, pria dan wanita yang mengikat perjanjian kuat di hadapan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa."

Referensi:
-Buku Fitrah Based Education oleh Harry Santosa
-Kontak pendampingan rehabilitasi YPS http://pedulisahabat.org/?p=142
- Komunitas Institut Ibu Profesional, Bunda Sayang materi 11 : Pendidikan Seks yang Tepat dan Benar Sejak Dini.
- Parenting++, Elly Risman dkk.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aplikasi hari ke 7

Untuk urusan download pake aplikasi keepvid.com Bisa download dari youtub dan bagusnya lagi bisa dikonversikan menjadi mp3. Jadi sesuai dengan kebutuhan.

Math in the shop

Critanya hari ini jalan jalan ke kota ke pasar tepatnya dengan maksud mencari baju seragam untuk ponakan. Belajar matematika memang bisa dimana saja. Bisa dijalan raya , menghitung ada berapa mobil yang sedang berhenti di lampu merah, menghitung becak yang sedang parkir di sepanjang jalan. Sambil belajar dan bisa menahan mata dari rasa kantuk si kecil ^^ Setelah sampe ditoko juga media untuk belajar berhitung masih ada. Dari menghitung sarung yg di tata rapi, menghitung warna yang sama , menghitung patung. Semuanya bisa jadi media. Dan haura pun menikmatinya.  Sambil menyelam minum air , sambil berhitung sambil menghilangkan kebosanan saat menunggu berbelanja.

Aliran rasa

Kali ini saya merasa tidak full dalam menghadapi challenge ini. Kebetulan bertepatan dengan launching si kecil di perut. Yang pada awalnya sudah merencanakan dan sudah ada beberapa kegiatan yang tersimpan setelah kehadiran si kecil seperti buyar semuanya. Kegiatan tidak terkendali dan saya pun mulai disibukan dengan sikecil. Semoga challenge ke depan bisa diikuti dengan baik