Remaja usia 12 tahun, saat berada di angkutan umum..
Tiba tiba ada sensasi rasa geli merambat di area sekitar ketiak hingga pinggang. Dia bingung, perasaan apa ini? Ketika menengok ke samping dia menemukan tangan orang asing menyentuh area tersebut, disengaja. Tangannya disembunyikan di balik tangan satunya.
Saat itu dia merasakan darah yg mendidih dan ingin teriak, tapi rasa malu menghalanginya. Dan hanya bisa menatap dengan galak. Orang tersebut berpindah tempat duduk. Dia turun dari mobil angkutan dengan emosi yang membludak.
Malu... Marah...
*******************
Dari kejadian diatas bisa kita ambil kesimpulan.
✅Hampir mendekati. Lebih tepatnya, korban tidak mengenali 'sensasi' yang diterima.
✅Korban tidak diajarkan ttg perbedaan sentuhan yg baik dan tidak baik, tidak diajarkan peka pada sentuhan dan bagaimana membedakannya.
Ini salah satu yg sering luput, kita sering terpaku pada informasi hal hal teknis, tapi terkait perasaan, sensasi sentuhan, luput dibahas.
Ini ada salah satu TED talk yg berkaitan, https://www.ted.com/talks/sue_jaye_johnson_what_we_don_t_teach_kids_about_sex/up-next,
Jadi ketika kejadian, korban tidak sadar kalau tubuhnya digerayangi, hanya merasakan ada gelitik yg tidak berhenti, seperti kala bulu kuduk merinding, butuh sekian menit untuk korban memproses informasi sampai dia sadar kalau ada yg salah, dan pelaku mengira, respon yg lambat ini akibat korban 'menikmati'🤢
Jadi pesan dari kejadian diatas adalah :
1. Pentingnya mengenalkan perbedaan sensasi sentuhan, baik dan tidak baik
2. Anak perlu diajarkan mekanisme 'pelaporan' pada orang sekitar atau orang tua bila kejadian buruk menimpa mereka, dan diberi keyakinan bahwa seburuk apapun kejadiannya, bila mereka korban, jangan ragu untuk melaporkan
3. Pembekalan kemampuan bela diri juga penting, sekaligus menumbuhkan keberanian
Komentar
Posting Komentar