Langsung ke konten utama

Membaca Peka Fitrah Seksualitas

Membaca adalah perintah Allah pertama kalinya pada saat wahyu turun kepada Nabi Muhammad. Membaca buku membuka jendela dunia dan  bisa  meningkatkan bonding antara anak dan orangtua. Buku bisa menjadi salah satu media untuk mengenalkan fitrah seksualitas pada anak.

Membacakan melalui cerita yang ada dibuku dan sesekali  kita selipkan tentang fitrah seksualitas terkait tokoh tokoh di dalam cerita.  Seperti perbedaan antara laki laki dan perempuan baik secara fisik ataupun peran dalam keluarga.

Pertanyaan yang sering dilontarkan anak-anak adalah mengapa ayah dan bunda berbeda dan apa sih perbedaannya.. ?
Kita bisa menjelaskan bahwa Allah memiliki ketetapan dalam menciptakan. Dan kita bisa menjelaskan dengan sederhana seperti :
♡ Laki laki
- Mempunyai hormon khusus sehingga bisa tumbuh kumis dan jenggot
- Tubuh laki laki mempunyai massa otot yang lebih banyak dibandingkan perempuan
♡ Perempuan
-  Dapat menyusui karena mempunyai kelenjar air susu
- Mempunyai rahim sehingga bisa mengandung dan melahirkan.
Untuk selanjutnya bisa dijelaskan dari sudut pandang biologi sesuai usia dan pemahamannya. Dan kenalkan kepada anak tentang fitrah seksualitas sejak dini.

Adakalanya ada orang yang menggangap remeh tentang fitrah seksualitas anak bahkan ada yang membiarkan begitu saja dengan anggapan nanti juga tau sendiri. Padahal itu salah besar. Anak yang dibiarkan saja tanpa mengenali fitrah seksualitasnya mempunyai resiko lebih besar dalam penyimpangan seksualitas.

Salah satu faktor penyebabnya adalah kurang hadirnya sosok ayah ("sibuk bekerja") dan lingkungan disekitar. Apakah banyak bergaul dengan perempuan atau laki laki.
Dan lingkungan  keluarga mempunyai pengaruh sangat besar.  Mau seperti apa arahannya yang positif dimulai dari keluarga inti.

Menjaga fitrah seksualitas anak anak bisa dengan cara tidak melabeli anak anak terlebih dahulu dengan penampilan luarnya. Misalnya anak tomboy atau melambai. Karena belum tentu yang tomboy atau gemulai itu sudah menyimpang, yang penting adalah penekanan kepada anak anak tentang fitrah seksualitasnya. Perempuan atau laki laki.

Jadi jika anak lahir normal, tidak ada kelainan DNA, maka dengan pengasuhan yang baik dijaga lingkungan pergaulannya dan juga akses informasi yg mereka terima, insya Allah mereka akan baik baik saja. Untuk preferensi orang berpakaian itu terkait dg pola asuh, lingkungan, bahkan sifat bawaan, kepribadian bakat.  Yang terpenting tau fitrah seksualitasnya, peran dan batasannya dalam norma , hukum, syariat dan sosial . Adanya variasi gaya berpakaian itu adalh bagian dari rahmat Allah. Kita berguna karena kita berbeda.

Dan jika ada kelainan DNA (waria/transgender) dll, itu persoalan lain yg butuh penanganan ahli. Masalah transgender menjadi fenomena.
Hal yang harus dilihat  apakah benar kelainan bawaan atau problem tumbuh kembang.
Kalau kelaianan bawaan memang ada ketidak normalan bentuk fisik, misal pada (maaf) va*ina atau pe*is, atau rahim yg ukurannya terlalu kecil, dll.
Kalau fisiknya normal berarti ngga perlu operasi , tp perlu terapi perilaku atau semacam itu yg sifatnya psikologis.

Kalau dirasa di lingkungan itu tidak seimbang suplai femininitas dan maskulinitasnya, ada baiknya ambil alternatif hijrah. Perlu dilihat, tomboy itu style, karakter, atau pengaruh lingkungan yg mempengaruhi persepsi ttg seksualitas.

Semoga Allah mengampuni dosa kesalahan kita di masa lalu dan menjaga anak keturunan kita
Aamiin...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Matematika.... asiikkk

Matematika adalah salah satu pelajaran yang menurut kebanyakan orang itu sulit. Dan pada akhirnya statemen itupun turun temurun ke generasi berikutnya. Langkah awal yang harus kita lakukan untuk memutus pemikiran tersebut adalah hilangkan kata sulit dan buatlah anak anak untuk mencintai matematika. Dulupun sewaktu saya masih sekolah matematika menjadi momok yang mengerikan bikin panas dingin. Dan setelah mengikuti kelas bunsay ini jadilah tau bahwa matematika bisa  dipelajari dengan cara yang menyenangkan. Matematika bukan sekedar hafal rumus,  pemahaman dan ketrampilan logis lebih penting. Melalui kelas bunda sayang inilah pengenalan matematika mulai lebih itensif kepada anak anak dan dibuat menyenangkan. Bersifat santai tapi mengena. Aplikasi matematika itu ternyata bisa ditemukan setiap hari.  Misalnya  adalah menghitung  jatah jajan anak sendiri. Jatah 4.000 rupiah hari ini sudah jajan pagi 1000 siang 2000. Jadi sisa jatah jajan berapa ? Dari kasus itu b...

Math in the shop

Critanya hari ini jalan jalan ke kota ke pasar tepatnya dengan maksud mencari baju seragam untuk ponakan. Belajar matematika memang bisa dimana saja. Bisa dijalan raya , menghitung ada berapa mobil yang sedang berhenti di lampu merah, menghitung becak yang sedang parkir di sepanjang jalan. Sambil belajar dan bisa menahan mata dari rasa kantuk si kecil ^^ Setelah sampe ditoko juga media untuk belajar berhitung masih ada. Dari menghitung sarung yg di tata rapi, menghitung warna yang sama , menghitung patung. Semuanya bisa jadi media. Dan haura pun menikmatinya.  Sambil menyelam minum air , sambil berhitung sambil menghilangkan kebosanan saat menunggu berbelanja.

We are here in Bandung

Pengalaman pertama menginap buat sikecil Halinka. Sangat antusias apalagi yang berhubungan dengan air. Betah bin lama di air. Bilangnya cuci tangan sambil mengusap tangannya mengisyaratkan cuci tangan tapi nongkrong di washtafel sampe basah semuanya. Kalau ga di time out bisa berjam jam nongrongin washtafel🤭🤭😅 Urusan mandi... agak kecewa karena pengatur pemanasnya  tidak berfungsi sebagaimna semestinya. Sempat pindah kamar dan ternyata sama saja. Ya sudah mungkin inilah rejekinya, nikmati saja. Dan anak anakpun mandi dengan air anget seadanya. Hari pertama stay di penginapan agendanya menunggu suami pulang 😍😍 Dan sempet riweuh karena KK asli ketinggalan dirumah padahal itu dibutuhkan untuk proses rumah. Calling sana sini alhamdulillah dengan bantuan teman bisa dikirim juga dengan layanan ONS. Berharap hari Jum'at sampai tepat waktu. Sore harinya jalan jalan liat rumah. Dan wow...amajing banget jalan menuju ke rumah seperti ke puncak, daerah Cibiru. Tapi pemandangannya m...