Langsung ke konten utama

Mengajarkan fitrah seksualitas anak

Anak terlahir ke dunia  bukan tidak membawa apa apa tetapi anak anak terlahir dengan membawa fitrah yang sudah terinstal dalam dirinya. Dan salah satu fitrahnya adalah fitrah seksualitas.

Tantangan yang dihadapi saat ini adalah anak anak yang kehilangan sosok ayah dan ibunya. Dikarenakan orangtuanya yang menggampangkan pengasuhan dengan menitipkan anak kepada nenek atau pengasuh, adanya tipe ayah yang hanya fokus mencari nafkah anak cenderung takut dan tidak dekat.

Solusinya adalah dengan menumbuhkan kesadaran orangtua akan perannya dalam mendidik anak , membuat kegiatan bersama untuk membangun kedekatan dengan anak ,  apabila tidak memungkinkan kehadiran ayah dan ibu bersama ceritakanlah tentang sosok ayah ibu agar mereka merasa dekat.

Kegiatan bersama  bisa menjadi wadah edukasi fitrah seksualitas contohnya sederhana misalnya hanya jalan taman atau bermain peran. Pendidikan seksualitas bisa disisipkan dalam obrolan. Dan disini yang penting adalah kebersamaan keluarga secara utuh , kehadiran sosok ayah ibu dan anak.
Lebih pada membangun kedekatan orangtua dan anak, sehingga anak nyaman dan paham ayah tuh seperti ini, ibu itu seperti itu..
Kalau 4 mata mngkin kalo anak sdh menginjak aqilbaligh 😊 dengan pembahasan yang lebih spesifik.

Atau saat ada aktivitas camping . Untuk urusan logistik, urusan printilan bawa bekal makanan, p3k ibu yang menyiapkan sedangkan  urusan bawa bekal yg berhubungan dengan tools kayak tenda, alas, pisau lipat adalah urusan ayah.

Saat menyusui adik bayi  atau melahirkan. Kita bisa menjelaskan tentang fitrah perempuan. Karena hanya perempuanlah yang bisa menyusui dan melahirkan

Ada sebuah nasihat dari Ust Harry Santosa bahwa kita tetap harus relaks dan optimis dalam mendidik anak.
Dan dari  Ust Adriano Rusfi juga menasihati agar kita menggunakan insight (naluri/firasat) dalam mendidik anak. Boleh belajar banyak teori tapi prakteknya ke anak tetap harus pake hati dan kepekaan memahami anak kita sendiri.Sambil jalan aja, sambil main, sambil mesra2an sama anak kita ngajarinnya...
Tidak hanya masalah seksualitas tp juga hal2 lainnya.Manfaatkan moment , menimbang kesiapan anak dan kesiapan orangtua.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aplikasi hari ke 7

Untuk urusan download pake aplikasi keepvid.com Bisa download dari youtub dan bagusnya lagi bisa dikonversikan menjadi mp3. Jadi sesuai dengan kebutuhan.

Math in the shop

Critanya hari ini jalan jalan ke kota ke pasar tepatnya dengan maksud mencari baju seragam untuk ponakan. Belajar matematika memang bisa dimana saja. Bisa dijalan raya , menghitung ada berapa mobil yang sedang berhenti di lampu merah, menghitung becak yang sedang parkir di sepanjang jalan. Sambil belajar dan bisa menahan mata dari rasa kantuk si kecil ^^ Setelah sampe ditoko juga media untuk belajar berhitung masih ada. Dari menghitung sarung yg di tata rapi, menghitung warna yang sama , menghitung patung. Semuanya bisa jadi media. Dan haura pun menikmatinya.  Sambil menyelam minum air , sambil berhitung sambil menghilangkan kebosanan saat menunggu berbelanja.

Aliran rasa

Kali ini saya merasa tidak full dalam menghadapi challenge ini. Kebetulan bertepatan dengan launching si kecil di perut. Yang pada awalnya sudah merencanakan dan sudah ada beberapa kegiatan yang tersimpan setelah kehadiran si kecil seperti buyar semuanya. Kegiatan tidak terkendali dan saya pun mulai disibukan dengan sikecil. Semoga challenge ke depan bisa diikuti dengan baik