Langsung ke konten utama

Belalang yang malas

Malam ini kembali dunia dongeng, bunda akan bercerita tentang belalang yang malas.
Sebelum bercerita opening dulu ngomongin jenis belalang, hidupnya , makannya apa

Cerita dimulai dengan cuaca pagi yang cerah kala itu serombongan semut sedang bekerja bertemu dengan belalang sembah alias mantis.
" Hai semut... pagi yang cerah nih. Main yukkk, kerja aja apa tidak cape ??
Mut mut menjawab " kami bekerja untuk persiapan mantis, jadi saat hujan kami cukup di dalam rumah menikmati makanan. " si mantis masih belum beranjak.

" Sekarang belum musim hujan, yukk kita main aja " ajak mantis. Namun mut mut tetap bekerja. " Maaf mantis, aku harus bekerja dulu. Silahkan kalau mau main.." dan semutpun berlalu pergi. Si mantis bermain lagi sambil lompat dari daun yang satu ke daun yang lain. Dan tiba tiba petir menggelegar.. jueder..
*hehe waktunya membuat anak anak fokus lagi jueder...

Hujan mulai turun, mantis yang sibuk main pontang panting bukin rumah darurat dan wusss rumahnya terbawa angin.
Semut masuk ke dalam rumah. Diluar hujan masih lebat dan mantis mulai kelaparan dan kedinginan. Semut yang melihatnya memanggil untuk masuk.

Mantis dengan malu malu masuk ke dalam rumah. " Terimakasih semut, kau baik sekali. "
lalu semut menjawab " inilah gunanya teman mantis. Sambil menunggu hujan reda kamu boleh di sini dulu " mantis terharu akan kebaikan mut mut. Dan dalam hatinya dia berjanji akan membuat rumah esok harinya dan akan giat bekerja untuk menyimpan makanan.

Selesai...
" Hayokk siapa yang pingin jadi mut mut yang baik hati ? " anak anak terdiam. Si kecil Haura menjawab pelan. " Aku mau jadi anak bunda aja yang baik " dan bundanya hanya mesem mesem.
" Iya.. semua anak bunda baik hati dan sayang sesama "
ah... closing yang menyentuh 😙😍😍

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aplikasi hari ke 7

Untuk urusan download pake aplikasi keepvid.com Bisa download dari youtub dan bagusnya lagi bisa dikonversikan menjadi mp3. Jadi sesuai dengan kebutuhan.

Math in the shop

Critanya hari ini jalan jalan ke kota ke pasar tepatnya dengan maksud mencari baju seragam untuk ponakan. Belajar matematika memang bisa dimana saja. Bisa dijalan raya , menghitung ada berapa mobil yang sedang berhenti di lampu merah, menghitung becak yang sedang parkir di sepanjang jalan. Sambil belajar dan bisa menahan mata dari rasa kantuk si kecil ^^ Setelah sampe ditoko juga media untuk belajar berhitung masih ada. Dari menghitung sarung yg di tata rapi, menghitung warna yang sama , menghitung patung. Semuanya bisa jadi media. Dan haura pun menikmatinya.  Sambil menyelam minum air , sambil berhitung sambil menghilangkan kebosanan saat menunggu berbelanja.

Aliran rasa

Kali ini saya merasa tidak full dalam menghadapi challenge ini. Kebetulan bertepatan dengan launching si kecil di perut. Yang pada awalnya sudah merencanakan dan sudah ada beberapa kegiatan yang tersimpan setelah kehadiran si kecil seperti buyar semuanya. Kegiatan tidak terkendali dan saya pun mulai disibukan dengan sikecil. Semoga challenge ke depan bisa diikuti dengan baik