Langsung ke konten utama

Penghuni akuarium

Akuarium sudah mulai kotor, dari kemarin si penanggungjawab masih enggan bersih bersih.
Jadilah emak menyusun strategi sekali menyelam sambil minum air hehe..

" Hai.. silver mataku kok perih banget ya. Sepertinya tuan rumah kita sudah melupakan kita. Air sudah keruh perih dimata belum lagi kotorannya nempel di badan. Duhhh bagaimna ini..." koki teriak sambil muter muter cemas.

" Tenang.. mungkin besok mau dibersihkan. Kita lompat lompat aja pas dikasih makan siapa tau jadi dibersihkan..." usul silver.
Malampun berganti pagi dan tiba tiba silver dikagetkan dengan kondisi koki yang mulai agak kesusahan bernafas.
" Koki apakah kamu baik baik saja. Koki..." Silver mulai cemas takut kehilangan sahabatnya. " Nafasku mulai berat nih silver. Aku butuh oksigen yang bersih, aku butuh air yang bersih badanku terasa gatalll.." koki menahan sakitnya.

Dan apa hasilnya.. mas Ghaza buru buru ke akuarium liat ikanya dan langsung ambil ember.
" Kasian nda nanti keburu mati... "
" Eh.. belum selesai ceritanya...." bundanya senyum senyum.
" Yes.. it's works ...."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aplikasi hari ke 7

Untuk urusan download pake aplikasi keepvid.com Bisa download dari youtub dan bagusnya lagi bisa dikonversikan menjadi mp3. Jadi sesuai dengan kebutuhan.

Math in the shop

Critanya hari ini jalan jalan ke kota ke pasar tepatnya dengan maksud mencari baju seragam untuk ponakan. Belajar matematika memang bisa dimana saja. Bisa dijalan raya , menghitung ada berapa mobil yang sedang berhenti di lampu merah, menghitung becak yang sedang parkir di sepanjang jalan. Sambil belajar dan bisa menahan mata dari rasa kantuk si kecil ^^ Setelah sampe ditoko juga media untuk belajar berhitung masih ada. Dari menghitung sarung yg di tata rapi, menghitung warna yang sama , menghitung patung. Semuanya bisa jadi media. Dan haura pun menikmatinya.  Sambil menyelam minum air , sambil berhitung sambil menghilangkan kebosanan saat menunggu berbelanja.

Aliran rasa

Kali ini saya merasa tidak full dalam menghadapi challenge ini. Kebetulan bertepatan dengan launching si kecil di perut. Yang pada awalnya sudah merencanakan dan sudah ada beberapa kegiatan yang tersimpan setelah kehadiran si kecil seperti buyar semuanya. Kegiatan tidak terkendali dan saya pun mulai disibukan dengan sikecil. Semoga challenge ke depan bisa diikuti dengan baik