Langsung ke konten utama

Membuat telor asin

Proyek pembuatan telur asin alhamdulillah terlaksana juga. Kebetulan kemarin dapat kiriman telur bebek sari saudara. Pas deh dengan proyek yang direncanakan.

Bahannya
* Telor bebek
* Amplas ( kita gunakan daun amplas bisa ditemukan di pinggir sungai, daunnya kasar jadi bisa buat amplas )
* Garam krosak secukupnya
* Batu bata yang sudah dihaluskan

Cara membuatnya :
1. Telor diamplas
2. Batu bata ditumbuk smpai halus, di ayak
3. Garam dilarutkan dengan air anget aduk
4. Campur air garam dan bata yang sudah dihaluskan
5. Telor bebek di bungkus adonan bata
6. Diamkan selama kurang lebih sepuluh hari
7. Cuci bersih lalu kukus

Serba serbi  ...
Mencari daun amplas ke pinggir kali itu pertama kalinya untuk anak anak. Dan mereka baru tau ternyata ada ya daun yang kasar yang fungsinya sama dengan ampelas.
Telor dikasih nama biar ga ketuker. Karena proses menentukan hasil. Sekalian untuk review proses pembuatannya. Dan sepertinya jadi cantikkk ya telornya 😍😍
Proses amplas hati hati nih, ada korban bergelindingan karena pegangnya kurang kuat. Jadilah telor ceplok ditanah hu hu hu
Daannn menunggu itu memang membosankan.
Hitung mundur cantiikk selama 10 hari.
Alhamdulillah jadi juga.

Review..
Telur dengan nama Ghaida lebih asin dibandingkan dengan nama yang lain ini kemungkinan dari proses pengamplasannya yang dilakukan . Jadi garam lebih mudah masuk ke dalam telur.

Rasanya sudah asin cuma kurang masir kuning telornya ☺☺

Alhamdulillah kapan kapan kita bikin lagi ya nak

-14 Oktober 2017 -

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aplikasi hari ke 7

Untuk urusan download pake aplikasi keepvid.com Bisa download dari youtub dan bagusnya lagi bisa dikonversikan menjadi mp3. Jadi sesuai dengan kebutuhan.

Math in the shop

Critanya hari ini jalan jalan ke kota ke pasar tepatnya dengan maksud mencari baju seragam untuk ponakan. Belajar matematika memang bisa dimana saja. Bisa dijalan raya , menghitung ada berapa mobil yang sedang berhenti di lampu merah, menghitung becak yang sedang parkir di sepanjang jalan. Sambil belajar dan bisa menahan mata dari rasa kantuk si kecil ^^ Setelah sampe ditoko juga media untuk belajar berhitung masih ada. Dari menghitung sarung yg di tata rapi, menghitung warna yang sama , menghitung patung. Semuanya bisa jadi media. Dan haura pun menikmatinya.  Sambil menyelam minum air , sambil berhitung sambil menghilangkan kebosanan saat menunggu berbelanja.

Aliran rasa

Kali ini saya merasa tidak full dalam menghadapi challenge ini. Kebetulan bertepatan dengan launching si kecil di perut. Yang pada awalnya sudah merencanakan dan sudah ada beberapa kegiatan yang tersimpan setelah kehadiran si kecil seperti buyar semuanya. Kegiatan tidak terkendali dan saya pun mulai disibukan dengan sikecil. Semoga challenge ke depan bisa diikuti dengan baik