Langsung ke konten utama

Kerjasama pleci dan flowie

Beberapa hari ini kucing dirumah sedang bikin orang rumah marah marah. Bagaimana ga marah beberapa piring sudah menjadi korban.

" Hai pleci tadi aku nyium bau tongkol. Sepertinya akan jadi menu hari ini. " flowie si kucing ekor pendek mulai merancang strategi
" Mumpung pintu dapur buka hayuk kita masuk" dua kucing pun pleci dan flowie masuk.

" Wah flowie.. susah nih. Tudung sajinya diganjel mana berat lagi. Susah bukanya "pleci mulai muter muter pertanda sedang bingung.
" Udah kita dorong pelan pelan. Nnti kalau dapat hasilnya kita bagi dua ya." dan pleci dan flowie pun mulai mendorong tudung sajinya

Dan tiba tiba....prang , suara piring terjatuh dan pecah. Pleci dan flowie menyadarinya langsung turun dari meja mengambil beberapa tongkol. Mimi yang mendengr langsung lari ke dapur dan didapatinya pecahan piring. Langsung deh ambil senjata sapu dan menggiring kucing untuk kelur.

Dan setelah kejadian itu dihari itu pleci sepertinya merasa bersalah. Tidur diluar dan
seperti ingin mengatakan permintaan maaf karena sudah mencuri tongkol dan memecahkan piring...

" Ingat ya mas mba bahwa kerjasama dalam hal keburukan itu tidak boleh. Kita sebagai manusia derajatnya lebih tinggi dibandingkan dengan hewan. Karena kita punya akal untuk berpikir. Jadi kalau kita melakukan sesuatu semaunya tanpa berpikir dahulu berarti kita kaya apa.. " tanya bunda.
" Kaya kucing nda.. hehehe "

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aplikasi hari ke 7

Untuk urusan download pake aplikasi keepvid.com Bisa download dari youtub dan bagusnya lagi bisa dikonversikan menjadi mp3. Jadi sesuai dengan kebutuhan.

Math in the shop

Critanya hari ini jalan jalan ke kota ke pasar tepatnya dengan maksud mencari baju seragam untuk ponakan. Belajar matematika memang bisa dimana saja. Bisa dijalan raya , menghitung ada berapa mobil yang sedang berhenti di lampu merah, menghitung becak yang sedang parkir di sepanjang jalan. Sambil belajar dan bisa menahan mata dari rasa kantuk si kecil ^^ Setelah sampe ditoko juga media untuk belajar berhitung masih ada. Dari menghitung sarung yg di tata rapi, menghitung warna yang sama , menghitung patung. Semuanya bisa jadi media. Dan haura pun menikmatinya.  Sambil menyelam minum air , sambil berhitung sambil menghilangkan kebosanan saat menunggu berbelanja.

Aliran rasa

Kali ini saya merasa tidak full dalam menghadapi challenge ini. Kebetulan bertepatan dengan launching si kecil di perut. Yang pada awalnya sudah merencanakan dan sudah ada beberapa kegiatan yang tersimpan setelah kehadiran si kecil seperti buyar semuanya. Kegiatan tidak terkendali dan saya pun mulai disibukan dengan sikecil. Semoga challenge ke depan bisa diikuti dengan baik