Langsung ke konten utama

Yukk.. antri

Sore ini anak anak yang mecoba mencari imajinasi sendiri. Walaupun agak aneh aneh gimna gitu hehhhehe.
Tokohnya aja diperankan oleh penghapus alias setip bahasa anak anaknya.

Yang bermain mba Ghaida dan mba Haura
" Hayuk aku mau main perosotan, mau ikut ?? " lagak bahasanya mba Ghaida.
" Mau tapi aku dulu yang merosot ya. Kalau ga boleh aku ga mau main... " jawab mba Haura.

Bunda masuk ke dalam percakapan mencoba menyelam ke dalam imajinasi mereka.
Bunda berperan sebagai tukang karcis.
" eitss ... tunggu dulu mau main perosotan? antri ya dan jangan lupa bayar , ok ?? "
hahhhha mereka malah tertawa. " Bayarnya nanti aja kalau sudah naik ya " tawar mba Ghaida. " Boleh boleh, silahkan antri dulu ..." dan mereka berdua mulai memainkan penghapus mereka untuk diperposotin lebih tepatnya di glundungin di tempat crayon.

Hari ini judulnya bercerita mengajarkan tentang antri dan sabar menunggu giliran ^^ biar mainnya asik tanpa berisik 😍😍

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aplikasi hari ke 7

Untuk urusan download pake aplikasi keepvid.com Bisa download dari youtub dan bagusnya lagi bisa dikonversikan menjadi mp3. Jadi sesuai dengan kebutuhan.

Math in the shop

Critanya hari ini jalan jalan ke kota ke pasar tepatnya dengan maksud mencari baju seragam untuk ponakan. Belajar matematika memang bisa dimana saja. Bisa dijalan raya , menghitung ada berapa mobil yang sedang berhenti di lampu merah, menghitung becak yang sedang parkir di sepanjang jalan. Sambil belajar dan bisa menahan mata dari rasa kantuk si kecil ^^ Setelah sampe ditoko juga media untuk belajar berhitung masih ada. Dari menghitung sarung yg di tata rapi, menghitung warna yang sama , menghitung patung. Semuanya bisa jadi media. Dan haura pun menikmatinya.  Sambil menyelam minum air , sambil berhitung sambil menghilangkan kebosanan saat menunggu berbelanja.

Aliran rasa

Kali ini saya merasa tidak full dalam menghadapi challenge ini. Kebetulan bertepatan dengan launching si kecil di perut. Yang pada awalnya sudah merencanakan dan sudah ada beberapa kegiatan yang tersimpan setelah kehadiran si kecil seperti buyar semuanya. Kegiatan tidak terkendali dan saya pun mulai disibukan dengan sikecil. Semoga challenge ke depan bisa diikuti dengan baik