Langsung ke konten utama

Kupu kupu bulu vs kupu kupu loreng

Setelah kemarin ngomongin kupu kupu hari inipun masih belum move on. Gegara menemukan kepompongnya yang telah hilang isinya digantikan oleh seekor kupu kupu kecil.
Malemnya bunda pun bercerita.
Alkisah di sebuah pohon rindang terdapat beberapa ekor ulat. Mereka adalah ulat bulu dan ulat loreng.  Mereka bersahabat, suatu ketika ulat bulu mengingatkan untuk berhemat.
" Hai.. loreng berhemat dong. Masih ada hari esok. Kalau daun semua kamu habiskan besok mau makan apa ?? " Bulu mengingatkan.
" Hei.. suka suka dong, yang penting aku kan makan jatahku. Tidak makan jatah daunmu. Repot amat sih.. " Ulat bulupun hanya menggeleng gelengkan kepalanya.
Lama kelamaan daun yang berada di ranting loreng habis. Diapun mulai melirik daun di rantingnya ulat bulu. Ulat bulu yang melihatnya marah marah.
" Hei loreng ini daunku. kenapa kau makan..." loreng pura pura tidak mendengar dan tetap mengunyah daunnya membuat bulu menjadi kesal. " Loreng kamu dengar g sihhhh " si bulupun teriak.
" Iihh bulu biasa aja dong, aku masih denger kok " sambil berjalan perlahan meninggalkan dahan si bulu.
Tik tok tik tok tik tok...
anak anak masih menunggu critanya
tik tok tik tok tik tokk....
"bundaa...... " teriak mas nya
Bundanya bikin penasaran nih 
Satu jam dua jam tiga jam si loreng menahan lapar. Terdengar kriuk kriuk dari perutnya. Ulat bulu pun sampai mendengarnya. Dan karena ulat bulu baik hati dan sayang teman akhirnya ulat bulu mengajak ulat loreng untuk menikmati daunnya bersama sama.
" Terimakasih ya ulat bulu kamu memang sahabatku yang baik. "
Dan akhirnya merekapun menjadi kepompong bersama sama. Ketika berubah menjadi kupu kupu merekapun tetap berteman.
Sudah habis...selesai... 
Time to sleep...tidurrrr

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aplikasi hari ke 7

Untuk urusan download pake aplikasi keepvid.com Bisa download dari youtub dan bagusnya lagi bisa dikonversikan menjadi mp3. Jadi sesuai dengan kebutuhan.

Math in the shop

Critanya hari ini jalan jalan ke kota ke pasar tepatnya dengan maksud mencari baju seragam untuk ponakan. Belajar matematika memang bisa dimana saja. Bisa dijalan raya , menghitung ada berapa mobil yang sedang berhenti di lampu merah, menghitung becak yang sedang parkir di sepanjang jalan. Sambil belajar dan bisa menahan mata dari rasa kantuk si kecil ^^ Setelah sampe ditoko juga media untuk belajar berhitung masih ada. Dari menghitung sarung yg di tata rapi, menghitung warna yang sama , menghitung patung. Semuanya bisa jadi media. Dan haura pun menikmatinya.  Sambil menyelam minum air , sambil berhitung sambil menghilangkan kebosanan saat menunggu berbelanja.

Aliran rasa

Kali ini saya merasa tidak full dalam menghadapi challenge ini. Kebetulan bertepatan dengan launching si kecil di perut. Yang pada awalnya sudah merencanakan dan sudah ada beberapa kegiatan yang tersimpan setelah kehadiran si kecil seperti buyar semuanya. Kegiatan tidak terkendali dan saya pun mulai disibukan dengan sikecil. Semoga challenge ke depan bisa diikuti dengan baik