Langsung ke konten utama

Si nyamuk

Awal kisah sang nyamuk. Malam ini si nyamuk kecil ingin ikut rombongan cari makan bersama teman temannya.
" Boleh ikut ya . Aku janji akan hati hati " kata si nyamuk kecil.
Akhirnya teman temannya pun setuju. " Ada syaratnya ya, tidak boleh terbang jauh jauh ya dan makan secukupnya.

Jadilah mereka terbang mencari makan malam. Udara sangatlah dingin membuat para manusia tertidur lelap. Dan sampailah mereka pada kamar yang dituju.
" Di dalam sana ada anak kecilnya. Jadi kamu makan adik kecil aja ya , bahayanya kecil. Kalaupun bangun tidak bisa mengejarmu paling orangtuanya yang bangun. Oke. " dan nyamuk kecilpun menurutinya.

Waktupun berlalu, saat mereka selesai cari makan dan akan terbang kembali nyamuk besar mulai mencari si nyamuk kecil. " Wah kemana ini nyamuk kecilnya " nyamuk besar berkeliling terbang mencari si kecil. Dan dilihatnya nyamuk kecil sedang bersembunyi di balik selimut. " Maafkan aku .. aku lupa nasehatmu. aku kekenyangan dan tidak bisa terbang. Badanku terasa berat sekali " nyamuk kecil mulai terisak.

" Cup cup sudahlah. Kita cari solusinya. Oh ya kamu bisa terbang pelan pelan kan. Kalau bersembunyi di selimut nanti kamu bisa ketindihan. Yuk ikuti aku terbang pelan pelan nanti aku tunjukan persembunyian yang aman. " .Dan merekapun terbang pelan pelan menjauh dari selimut, hinggap di baju yang menggantung dibalik pintu.
" Kamu bersembunyi dulu disini ya sampai tenagamu kuat dan pulih. " kata sinyamuk besar.
" Baiklah terimakasih ya " dan nyamuk besar terbang meninggalkan nyamuk kecil.

Selesaii... jadi jgan sampe ada baju menggelantung ya bisa buat ngumpet si nyamuk. Setelah dongeng nyamuk anak anak jadi suka patroli nyamuk hehehe
Siapp....kita buru nyamuk kemanapun dia terbang ^^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aplikasi hari ke 7

Untuk urusan download pake aplikasi keepvid.com Bisa download dari youtub dan bagusnya lagi bisa dikonversikan menjadi mp3. Jadi sesuai dengan kebutuhan.

Math in the shop

Critanya hari ini jalan jalan ke kota ke pasar tepatnya dengan maksud mencari baju seragam untuk ponakan. Belajar matematika memang bisa dimana saja. Bisa dijalan raya , menghitung ada berapa mobil yang sedang berhenti di lampu merah, menghitung becak yang sedang parkir di sepanjang jalan. Sambil belajar dan bisa menahan mata dari rasa kantuk si kecil ^^ Setelah sampe ditoko juga media untuk belajar berhitung masih ada. Dari menghitung sarung yg di tata rapi, menghitung warna yang sama , menghitung patung. Semuanya bisa jadi media. Dan haura pun menikmatinya.  Sambil menyelam minum air , sambil berhitung sambil menghilangkan kebosanan saat menunggu berbelanja.

Aliran rasa

Kali ini saya merasa tidak full dalam menghadapi challenge ini. Kebetulan bertepatan dengan launching si kecil di perut. Yang pada awalnya sudah merencanakan dan sudah ada beberapa kegiatan yang tersimpan setelah kehadiran si kecil seperti buyar semuanya. Kegiatan tidak terkendali dan saya pun mulai disibukan dengan sikecil. Semoga challenge ke depan bisa diikuti dengan baik